selamat jalan menuju tuhan yang ditinggalkan menggelisahi hari depan? jangan harapan berlinangan kenangan, sebuah senyuman disudut mata dikasau jendela dilemari...
Baca SelengkapnyaDetailslingatan kita pada pinus-pinus menjulang bebatuan tertata menanjak, kupu-kupu berwarna jingga sebagai upacara, menyusuri lekukan di antara belai angin kutulis...
Baca SelengkapnyaDetailsibu tak pernah memulai, juga nanti pada seribu puisi ibu berlari menerjemahi luka yang tak sanggup berkabar akan hiruk pikuk...
Baca SelengkapnyaDetails"Mama masuk rumah sakit, Lene." Suara Rafa diujung telepon seketika menciutkan hati Arlene. Tergesa dia duduk di bangku sebelah meja...
Baca SelengkapnyaDetailsUsai misa aku menunggunya di parkiran. Sesak di dadaku terasa menyiksa. Tanpa bisa kutahan, airmata pun leluasa menggenang di sudut...
Baca SelengkapnyaDetailsibu disini menyulam kelambu melapuk bambu ditepian siku memilahmilah ruh debu apa yang bisa ibu kabarkan, merah darah air susu,...
Baca SelengkapnyaDetailsApa yang kau pikirkan? Pulang bukan lagi sebuah tujuan. Kalau bertahun-tahun yang lalu, mungkin iya. Tapi sekarang? Bagaimana kau mengatakan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2024 Odeba - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba
© 2024 Odeba - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba