selamat jalan
menuju tuhan
yang ditinggalkan
menggelisahi hari depan? jangan
harapan
berlinangan kenangan, sebuah senyuman
disudut mata
dikasau jendela
dilemari tua
bertaburan iba
menembusi teriakan dinding luka
tentang
kehilangan
kau, terbujur kaku. dalam doa, dalam tangisan, dalam nyanyian
kematian,
adakah yang terlupakan?
[Phoebe Thadea, menulis puisi, cerpen dan artikel di berbagai media massa dan majalah. Beberapa puisinya juga terangkum dalam buku antologi puisi, seperti Medan Puisi (2007) dan Cahaya (2010).]






