kau jurang lusuh. pengemis cinta? tahun-tahun kau diadu ibu
dielus malu. kenapa kembali? kau tak datang menjenguk borok
bobrok bisu pada liar nafsu, membaui keringat
tubuh singgah demi tujuan pulang. del tak pernah bilang?
bagai terbang. satu persatu rasa hilang. si jantung hati
berang? berita lelaki berbagi pagi. roti selai. kopi pahit sekali
dimana memesan peti mati? kau sayang ibu. surga kaki setali pergi
kau hanya liku setiap kelu, seperti jalan-jalan kali
penghuni gang sengkuni. bahagia hanya sembunyi-sembunyi
serupakah anak-anak bermain gundu. beradu lugu
di halaman berdebu, berbatu
medan. lampu merah pegadaian. temaram muram. bermalam-malam
sisa pada kehangatan tubuh. saling tipu, silang lelakon
selesai sudah. cumbu terumbu lagu-lagu, jarak tuju kau dan aku
tersipu-sipu, terburu-buru, menutup bab-bab buku
kau-ingatan tentang kemeja tosca. piyama berbunga
sarung beludru. sandal bulu
padamu aku rela? aku-jangan sampai cinta mati pun rela
[Phoebe Thadea, menulis puisi, cerpen dan artikel di berbagai media massa dan majalah. Beberapa puisinya juga terangkum dalam buku antologi puisi, seperti Medan Puisi (2007) dan Cahaya (2010).]






