lingatan kita pada pinus-pinus menjulang
bebatuan tertata menanjak, kupu-kupu berwarna jingga
sebagai upacara, menyusuri lekukan
di antara belai angin
kutulis namamu, tak lekang
(oleh masa)
pada
patah dahan
pohon-pohon pinus
sepanjang kata, sepanjang usia: ingatanku
padamu
[Phoebe Thadea, menulis puisi, cerpen dan artikel di berbagai media massa dan majalah. Beberapa puisinya juga terangkum dalam buku antologi puisi, seperti Medan Puisi (2007) dan Cahaya (2010).]






