ODEBA.id, Medan – IHSG kembali ditutup melemah hari ini dengan koreksi besar 3,05% di level 5.643,194. Selamat perdagangan, IHSG konsisten berada di zona merah dalam rentang 5.638 hingga 5.811.
“Sangat terlihat IHSG ditransaksikan dalam rentang yang sangat lebar. Padahal bursa saham di Asia justru banyak ditutup di zona hijau. IHSG bergerak anomali sejalan dengan pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Selasa (30/6/2026).
Kinerja rupiah sendiri ditutup melemah di level 17.875 per US Dolar. Selama sesi perdagangan berlangsung, rupiah bahkan sempat melemah hingga ke level 17.910 per US Dolar. Diwaktu yang bersamaan, USD Index memang mengalami kenaikan ke kisaran level 101.33 pada sesi perdagangan Asia. Indikator tersebut memang bisa menjadi sentimen negatif bagi mata uang rupiah.
Akan tetapi kenaikan tipis pada USD Index seharusnya tidak memicu pelemahan yang besar pada rupiah. “Pelaku pasar seperti tengah menanti sejumlah agenda penting yang akan menjadi penentu penggerak arah pasar keuangan domestik nantinya. Pada perdagangan besok pemerintah akan merilis laju tekanan inflasi, ditambah dengan hasil review S&P terhadap outlook peringkat kredit tanah air,” kata Gunawan.
Data inflasi besar kemungkinan tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap perubahan kinerja pasar keuangan. Namund ata S&P akan sangat signifikan menjadi penentu gerak pasar keuangan selanjutnya.
Sementara itu harga emas ditransaksikan menguat ke level US$4.015 per troy ons pada perdagangan hari ini. Jika dirupuiahkan harga emas ditransaksikan Rp2,32 juta per gram. Harga emas menguat didorong oleh sentimen teknikal pada perdagangan hari ini. (ANG)






