ODEBA.id, Medan – PT Railink (KAI Bandara) resmi memperluas jangkauan operasionalnya di Sumatera Utara (Sumut) dengan meluncurkan layanan baru menuju Stasiun Lubuk Pakam. Guna mengakomodasi mobilitas masyarakat, layanan baru ini beroperasi sebanyak empat perjalanan setiap hari (pulang-pergi). Langkah strategis ini direalisasikan melalui sinergi intensif bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Hadirnya rute baru ini ditujukan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat Kabupaten Deliserdang menuju Kota Medan maupun Bandara Internasional Kualanamu. Melalui skema subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah, masyarakat dapat menikmati moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu ini dengan tarif terjangkau, yakni Rp5.000 per perjalanan.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KAI selaku induk perusahaan serta DJKA Kementerian Perhubungan atas dukungan penuh yang diberikan sehingga perluasan layanan ini dapat terealisasi secara optimal.
“Sinergi ini wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin dekat dan inklusif. Kami berharap kehadiran empat perjalanan sehari ini mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, mempermudah akses logistik dan komuter, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Kabupaten Deli Serdang,” ujar Porwanto, Selasa (30/6/2026).
Layanan baru relasi Medan–Lubuk Pakam (PP) ini menggunakan sarana Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Woojin. Berjarak tempuh 29,36 kilometer, kereta api ini berhenti di sejumlah titik strategis, yakni Stasiun Medan, Stasiun Bandar Khalipah, Stasiun Batang Kuis, Stasiun Araskabu, hingga berakhir di Stasiun Lubuk Pakam dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Ekspansi konektivitas ini diharapkan menjadi alternatif transportasi massal yang efisien untuk mendukung aktivitas harian masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata. KAI Bandara berkomitmen untuk terus berinovasi mendukung program pemerintah dalam menggalakkan penggunaan transportasi publik berbasis rel yang berkelanjutan di Indonesia. (ANG)






