ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Industri Olahraga Jadi Motor Baru Manufaktur

BY El Simamora
Senin, 8 Desember 2025
in Ekonomi
ISS 2025 bertema "Empowering The Sports Industry Value Chain", di Indonesia Arena, Kompleks GBK Senayan.

ISS 2025 bertema "Empowering The Sports Industry Value Chain", di Indonesia Arena, Kompleks GBK Senayan. (Dok. Kemenperin)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa industri olahraga memiliki potensi besar menjadi motor baru penguatan sektor manufaktur nasional. Melalui Indonesia Sports Summit (ISS) 2025, Kemenperin merumuskan strategi terpadu untuk memperkuat ekosistem industri olahraga dari sisi kapasitas produksi, standardisasi, TKDN, hingga perluasan akses pasar ekspor.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengatakan, tren pertumbuhan industri olahraga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan sinyal positif bagi penguatan sektor manufaktur.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Industri olahraga Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi kekuatan baru manufaktur nasional. Kinerja ekspor yang terus menguat, struktur industri yang semakin matang, serta dominasi IKM memperlihatkan bahwa sektor ini siap berkembang lebih cepat. Yang dibutuhkan adalah sinergi dan strategi terpadu,” kata Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam acara forum Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 bertema “Empowering The Sports Industry Value Chain”, di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Minggu (7/12/2025).

Penguatan ekosistem ini semakin relevan dengan capaian industri dalam beberapa tahun terakhir. Industri alat olahraga, misalnya, mencatat surplus perdagangan yang stabil dalam lima tahun terakhir. Pada 2024, ekspor mencapai US$275,3 juta dengan surplus US$51,3 juta. Hingga September 2025, ekspor tercatat US$222,3 juta, meningkat 11,9% dibanding periode yang sama tahun 2024.

Kinerja positif tersebut didukung oleh struktur industri yang semakin berkembang. Saat ini terdapat 128 unit usaha industri alat olahraga yang menyerap lebih dari 15.600 tenaga kerja, serta 14 Sentra IKM Alat Olahraga yang berfungsi sebagai pusat produksi dan pengembangan teknologi di berbagai daerah.

Selain itu, subsektor apparel olahraga juga mencatatkan pertumbuhan positif. Nilai tambah industri pakaian jadi tumbuh 5,07% pada Januari-September 2025. Sementara itu, industri sepatu olahraga terus menjadi kontributor utama ekspor dengan nilai mencapai US$3,06 miliar pada Januari-Agustus 2025. Konsistensi kinerja ini menunjukkan bahwa industri olahraga memiliki fondasi yang kuat untuk terus diperluas.

Di sisi lain, Kemenperin terus mempercepat pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai instrumen penting dalam penguatan struktur industri. Saat ini terdapat 37 pelaku industri yang telah menghasilkan produk alat olahraga ber-TKDN dengan capaian nilai antara 20% hingga lebih dari 65%.

“Kebijakan TKDN adalah instrumen yang memberikan dampak nyata bagi industri dan ekonomi lokal. Dengan meningkatkan penggunaan produk olahraga dalam negeri, kita memperkuat rantai pasok nasional serta meningkatkan nilai tambah manufaktur,” jelas Wamenperin.

Untuk memperkuat implementasi TKDN, Kemenperin juga mengusulkan mekanisme izin edar berbasis TKDN sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman dengan Kemenpora. Pengaturan teknis ini akan difinalisasi melalui tim teknis lintas kementerian.

Sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi, Kemenperin juga memastikan kualitas produk melalui standardisasi. Saat ini, 37 jenis produk alat olahraga telah memiliki SNI, mulai dari raket, shuttlecock, meja tenis, matras, bola basket, hingga peralatan softball. Enam pelaku industri telah menjadi pionir dalam penerapan SNI untuk produk olahraga nasional.

Di antara pelaku yang menonjol, CV Shiamiq Terang Abadi (Solo) menjadi contoh inovasi nasional yang berhasil menembus pasar internasional. Perusahaan ini memproduksi meja tenis bagi penyandang disabilitas netra yang telah tersertifikasi International Table Tennis Federation. Dengan TKDN 55%, produk tersebut tidak hanya digunakan pada Asian Para Games 2018, tetapi juga siap memasuki pasar Eropa.

Seluruh penguatan tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas kementerian dan lembaga. Kemenperin terus bekerja sama dengan Kemenpora, BSN, KONI, dan federasi cabang olahraga dalam berbagai program seperti pembinaan sentra, penyusunan National Sporting Brand, sertifikasi internasional, promosi produk ber-TKDN, hingga diplomasi olahraga untuk memperluas akses pasar global.

“Penguatan industri olahraga sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan prestasi olahraga nasional. Industri dan kepemudaan harus tumbuh bersama,” tegas Wamenperin.

Kemenperin berharap ISS 2025 menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi industri olahraga Indonesia agar semakin kompetitif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar global. (ANG)

Next Post
Ilustrasi tanaman karet.

Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan di Sumatra Turun Drastis Pasca Banjir

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba