ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ragam

Yuk, Kenali Perbedaan Seni Kaligrafi di Timur Tengah dengan Indonesia

BY El Simamora
Sabtu, 14 September 2024
in Ragam
Salam kaligrafi Arab untuk merayakan Idulfitri.

Salam kaligrafi Arab untuk merayakan Idulfitri. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Samarinda – Seni kaligrafi, yang dikenal sebagai seni rupa tulis dengan nilai estetika dan spiritual, berkembang dengan beragam gaya di berbagai belahan dunia. Ujang Badrussalam, Dewan Hakim Cabang Kaligrafi di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2024 di Samarinda, mengungkapkan, perbedaan kaligrafi di Timur Tengah dan Indonesia sangat mencolok, terutama dalam pendekatan dan gaya penulisan.

Menurut Ujang, kaligrafi di Timur Tengah masih sangat tradisional dan mengikuti aturan yang ketat. “Di Timur Tengah, dalam event lomba, mereka umumnya menggunakan model-model kaligrafi yang baku dan murni,” ujarnya, dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (14/9/2024).

BacaJuga

Resmi Dirilis, Menu Film Empat Musim Pertiwi Kini Hadir di The People’s Cafe

Masuk Indonesia, Samsung Galaxy S26 FE Bawa 47 Fitur Galaxy AI

Bikin Konten Makin Mudah, Intip Deretan Fitur Baru di Apple Creator Studio

Kaligrafi di kawasan Timur Tengah lebih konservatif karena dipengaruhi sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya Islam dan Arab. Di sana, kaligrafi dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi, sehingga seniman mengikuti aturan penulisan yang sudah ada selama berabad-abad.

Sementara itu, di Indonesia, kaligrafi berkembang lebih bervariasi dan terbuka terhadap inovasi. “Kalau di Indonesia, ada juga kaligrafi murni, tapi kita juga melihat ada banyak variasi dalam bentuk dekorasi kontemporer dan bahkan kaligrafi digital,” kata Ujang.

Pendekatan yang lebih bebas dan kreatif di Indonesia ini mencerminkan pengaruh keragaman budaya dan perkembangan teknologi. Para seniman kaligrafi di Indonesia sering kali menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan modern, seperti penggunaan teknologi digital, yang membuat karya-karya mereka lebih segar dan inovatif.

Menurut Ujang, perbedaan pendekatan ini dipengaruhi oleh latar belakang sosial budaya masing-masing wilayah. “Kaligrafi di Timur Tengah lebih konservatif, sedangkan di Indonesia lebih variatif dan kreatif,” ungkapnya.

Dalam kompetisi, hal ini juga tercermin. Lomba kaligrafi di Timur Tengah lebih fokus pada penilaian ketepatan penulisan sesuai standar tradisional. Sedangkan di Indonesia, selain keindahan dan ketepatan, kreativitas dan inovasi dalam menyajikan karya juga menjadi faktor penilaian penting.

Meski begitu, Ujang menekankan bahwa kaligrafi di Indonesia yang lebih inovatif tetap menghargai tradisi. “Ada juga yang mengikuti gaya murni seperti dalam kaligrafi naskah klasik. Tradisi tetap menjadi bagian penting,” jelasnya.

Perbedaan utama antara kaligrafi di Timur Tengah dan Indonesia, menurut Ujang, terletak pada bagaimana kedua wilayah ini menyeimbangkan tradisi dan inovasi. Di Timur Tengah, seniman lebih cenderung mempertahankan gaya klasik yang ketat, sementara di Indonesia, para seniman lebih bebas untuk bereksplorasi dan menciptakan karya-karya baru yang menggabungkan unsur-unsur modern dan teknologi.

“Mungkin bisa dibilang, di Timur Tengah lebih konservatif, sementara di Indonesia lebih banyak ragam inovasi yang dikembangkan,” tutup Ujang.

Diketahui, MTQ Nasional ke-30 di Kalimantan Timur memperlombakan cabang Kaligrafi yang terdiri empat golongan, yaitu Naskah Al-Qur’an, Mushaf Al-Qur’an, Dekorasi Al-Qur’an, dan Kontemporer Al-Qur’an. Tahun ini, untuk pertama kalinya, MTQ Nasional memperlombakan golongan Seni Kaligrafi Digital yang dalam bentuk ekshibisi. (ANG)

Next Post
Ilustrasi bola basket.

Kamp NBA di Australia Diikuti Dua Pebasket Muda Indonesia

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Marvel Television mengumumkan serial live-action bergenre thriller "Zodiac".

Marvel Resmi Umumkan Serial Live-Action “Zodiac”, Tayang 2028

Minggu, 11 Oktober 2026
Marco Bezzecchi memenangi balapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Bezzecchi Juara di Mandalika, Martin Rebut Posisi Puncak

Minggu, 11 Oktober 2026
Ilustrasi aktivitas industri.

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Usul Kawasan Industri Masuk PSN

Minggu, 11 Oktober 2026
Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba