Odeba.id, Medan – Saat ini, cuaca panas sedang melanda Indonesia, termasuk Kota Medan. Temperatunya bisa mencapai 34 derajat Celcius. Kondisi cuaca seperti ini, menurut Ketua Tim Kerja P2PM Dinkes Kota Medan, Edy Yusuf, bisa mengerek kasus penyakit ISPA. Penyebabnya, karena masyarakat jadi suka konsumsi es akhirnya batuk dan lain-lain seperti itu. Biasanya kasusnya agak naik dari biasanya.
Bukan hanya orang dewasa sebenarnya, tapi kondisi seperti ini juga harus memberi perhatian ekstra pada anak. Dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak belum sempurna, sehingga cuaca panas bisa menjadi faktor memicu penyakit.
Lalu apa saja penyakit anak akibat cuaca panas? Seperti dikutip dari website Hermina, berikut penyakit yang bisa terjadi pada cuaca panas:
Demam Berdarah
Peralihan dari musim hujan ke musim pancaroba merupakan waktu yang paling rentan terhadap penyakit demam berdarah. Karena nyamuk demam berdarah berkembang biak pada musim hujan dengan bertelur di tempat-tempat yang tergenang air.
Peralihan dari musim hujan ke musim pancaroba merupakan masa di mana nyamuk demam berdarah mencapai usia dewasa dan menularkan virus dengue ke manusia melalui gigitannya. Ternyata saat masa peralihan dari musim hujan ke musim panas perlu di waspadai nyamuk demam berdarah.
Batuk Pilek
Batuk pilek pada anak memang identik dengan musim hujan. Namun, bukan berarti kondisi tersebut tidak bisa terjadi pada anak saat cuaca panas tiba.
Anak rentan terserang batuk pilek saat cuaca panas karena suhu udara tinggi dan udara kering dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas. Risiko batuk pilek makin parah karena paparan polusi udara dan tempat berdebu menjadikan pemicu batuk dan pilek.
Penyakit Kulit
Gatal-gatal akibat alergi dan terbakar sinar matahari juga bisa terjadi pada anak saat cuaca panas. Kondisi kulit yang kering lebih mudah gatal dan digaruk, sehingga muncul luka yang memudahkan kuman untuk menyusup masuk dan menyebabkan infeksi.
Dehidrasi dan Heatstroke
Cuaca panas pastinya lebih mudah mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Karena yang perlu diketahui adalah karena suhu tinggi dan udara yang kering membuat cairan tubuh lebih cepat menguap melalui pori-pori kulit.
Cuaca panas juga dapat terjadinya heatstroke, apalagi jika anak terlalu lama berada di luar rumah. Untuk mencegahnya, pertama, gunakan pakaian yang longgar, berwarna terang, dan berbahan ringan saat ingin keluar rumah. kemudian, pakailah topi dengan tepi yang lebar dan oleskan tabir surya ke kulit dengan SPF minimal 30. penting juga untuk mencukupi asupan cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. terakhir, hindari aktivitas berat di luar ruangan saat cuaca sedang panas terik. (ANG)






