Odeba.id, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengatakan, pihaknya terus melakukan pengadaan beras untuk mengisi stok. Hanya saja, Bulog belum dapat melakukan pengadaan beras Public Services Obligation (PSO) atau cadangan beras pemerintah (CBP).
Bayu memaparkan, stok beras yang tersedia di gudang-gudang Bulog saat ini berkisar 1.105.344 ton. Sebanyak 1.093.987 ton diantaranya adalah stok berupa CBP dan 11.356 ton lainnya merupakan beras komersial.
Jumlah tersebut, kata Bayu, belum termasuk beras yang saat ini dalam proses pengadaan.
Bulog, katanya, fokus menjaga jumlah stok CBP agar tetap mencukupi dan tersebar sesuai kebutuhan di seluruh Indonesia. Hal itu sebagai salah satu upaya Bulog mengamankan kebutuhan untuk Puasa-Ramadan dan Idulfitri 2024.
Di saat bersamaan, Bulog juga akan terus fokus melakukan upaya lain. Yaitu, pengadaan setara beras dalam negeri komersial di seluruh Indonesia.
“Pengadaan beras dalam negeri terus kita lakukan. Namun, harga beli Bulog masih di sekitar Rp13.000/kg (beras) dan gabah Rp7.000/kg. Ini masih di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah) Bulog yang sekitar Rp5.000/kg,” katanya, saat ikut rapat kerja Menteri Perdagangan (Mendag) dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Bayu menambahkan, jadi untuk saat ini belum bisa melakukan pengadaan secara PSO. “Pengadaan masih komersial,” katanya.
Menurut Bayu, stok beras komersial Bulog saat ini sudah ada sebanyak 19.540 ton. Seperti diketahui, pemerintah menetapkan HPP untuk pengadaan Bulog lewat Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah Dan Beras. Untuk harga GKP, di tingkat petani sebelumnya Rp4.200/kg, naik menjadi Rp5.000/kg. Lalu di tingkat penggilingan sebelumnya Rp4.250/kg, naik menjadi Rp5.100/kg. Sementara, harga GKG di penggilingan yang sebelumnya Rp5.250/kg, naik menjadi Rp6.200/kg. (CNBC)






