ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Wamena Punya Potensi Besar Jadi Destinasi Wisata Budaya Kelas Dunia

BY El Simamora
Jumat, 7 Agustus 2026
in TRAVEL BUDAYA
Warisan budaya di Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Wamena.

Warisan budaya di Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Wamena. (Dok. Kemenpar)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Wamena – Wamena dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan agrowisata unggulan Indonesia. Potensi tersebut terlihat dari kekayaan tradisi masyarakat adat, warisan budaya, hingga produk unggulan lokal yang mampu menghadirkan pengalaman wisata autentik.

Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, saat mengunjungi Wamena, Kamis (6/8/2026) yanc menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mendorong pengembangan destinasi yang berakar pada kekayaan budaya lokal serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Perjalanan Wamenpar diawali dengan mengunjungi Desa Wisata Kumugima, salah satu destinasi yang dikenal luas di kalangan wisatawan mancanegara menghadirkan pengalaman hidup bersama masyarakat adat, mulai dari tradisi bakar batu, pertunjukan tari, hingga rumah adat honai yang masih lestari sehingga menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya di Wamena.

Desa ini menawarkan berbagai pengalaman autentik, mulai dari tradisi memasak makanan bakar batu, pertunjukan tari tradisional, hingga kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan rumah adat honai sebagai bagian dari warisan budaya yang terus dijaga.

“Senang sekali ini pertama kalinya saya datang ke Wamena. Tadi melihat Desa Wisata Kumugima, kemudian dilanjutkan mengunjungi mumi di Aikima. Saya sangat senang bisa melihat langsung potensi wisata yang luar biasa di sini, didampingi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” ujar Wamenpar Ni Luh.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya. Di tengah bentang alam pegunungan yang asri, Wamenpar menyaksikan secara langsung salah satu warisan budaya yang menjadi daya tarik utama Wamena, yakni mumi berusia lebih dari 300 tahun yang hingga kini tetap terawat melalui tradisi dan kearifan masyarakat adat.

Mumi tersebut merupakan jasad Kepala Suku Wirafak Elosak yang diyakini hidup pada masa perang antarsuku. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, sebelum wafat Wirafak Elosak berpesan agar jasadnya diawetkan sehingga dapat dikenang oleh keturunannya sekaligus menjadi warisan budaya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kini, mumi tersebut menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang dikenal hingga mancanegara.

Daya tarik Wamena sebagai destinasi wisata budaya juga terlihat dari tingginya minat wisatawan asing. Saat berada di lokasi, Wamenpar berbincang dengan sejumlah wisatawan asal Italia yang mengaku sengaja memasukkan Wamena ke dalam rute perjalanan mereka setelah berkunjung ke Raja Ampat agar dapat menikmati keunikan budaya sekaligus menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem.

“Saya sempat bertemu wisatawan dari Italia. Kami berbincang dan mereka mengaku sangat menikmati pengalaman berada di Wamena setelah dari Raja Ampat, kemudian melanjutkan perjalanan ke sini,” kata Ni Luh.

Kunjungan wisatawan mancanegara tersebut menunjukkan bahwa Wamena telah menjadi bagian dari perjalanan wisata Papua, khususnya bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman budaya setelah berkunjung ke Raja Ampat.

Selanjutnya, Wamenpar mengunjungi Workshop Noken Street Fashion untuk melihat secara langsung kreativitas para perajin noken khas Papua. Menurutnya, kerajinan tangan yang lahir dari tradisi masyarakat setempat merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata karena menghadirkan nilai budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia menilai Wamena memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata budaya dengan kekayaan adat, tradisi, dan karya kreatif masyarakat yang masih terjaga. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan.

Selain budaya, Wamena juga memiliki potensi agrowisata yang menjanjikan. Wamenpar meninjau kebun nanas di Kumugima serta kopi Wamena yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas dan telah menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Pegunungan. Potensi tersebut dinilai dapat dipadukan dengan wisata budaya sehingga wisatawan memiliki lebih banyak aktivitas selama berada di Wamena.

“Jadi, saya pikir masih banyak pekerjaan rumah yang bisa kita kerjakan bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang length of stay wisatawan yang datang ke sini,” ujar Ni Luh.

Menurut Wamenpar, kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi kunci dalam mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.

Berbagai potensi, mulai dari wisata budaya, sejarah, alam, hingga agrowisata, perlu diintegrasikan menjadi pengalaman wisata yang utuh sehingga mampu meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan mengembangkan dan mengemas lebih banyak daya tarik wisata yang ada di sini, kita bisa meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata maupun agrowisata,” kata Wamenpar.

Ia juga secara langsung melihat potensi kopi, kemudian agrowisata nanas di Kumugima. “Kami ingin mendorong agar pariwisata tumbuh dengan bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi lokal yang dimiliki daerah,” kata Wamenpar. (ANG)

Next Post
Kantor BCA Syariah

Aset Industri Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba