Odeba.id, Medan – Setelah Donald Trump menang, harga emas terpuruk dari level US$2.737 per troy ons. Saat ini, emas ditransaksikan dikisaran US$2.669 per troy ins. Atau turun sekitar 2,5% sejak hari pemungutan suara di Amerika Serikat (AS). Pelemahan harga emas ini memunculkan pertanyaan besar, apakah emas berpeluang untuk melanjutkan penurunan? Atau investasi emas sudah tidak lagi menarik?
“Terlebih di saat Bank Sentral AS atau The FED pangkas suku bunga acuan sebelumnya. Alih-alih naik mendapatkan kabar baik, harga emas justru kian melemah di awal pekan ini. Seakan kebijakan menurunkan bunga acuan yang dianggap sebagai tanda pelemahan Rupiah. Terpiihnya Trump sebagai Presiden justru lebih menarik perhatian pelaku pasar,” kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Senin (11/11/2024).
Karena kebijakan Trump kedepan dengan memangkas pajak untuk mendorong perekonomian, memunculkan ekspektasi bahwa defisit anggaran akan ditambal dengan hutang, yang bisa membuat inflasi naik dan mengikis harapan pemangkasan bunga acuan kedepan. Kebijakan Trump kedepan akan lebih banyak memberikan dampak positif bagi penguatan Dolar AS, namun tidak untuk harga emas.
Disisi lainnya, perang yang berkecamuk berpeluang untuk menjadi katalis positif bagi penguatan harga emas. Namun sayangnya, perang dagang yang kemungkinan akan terjadi lagi antara AS dengan China, justru akan menggiring inflasi kearah yang lebih tinggi lagi. Lagi-lagi, kilau emas bisa meredup ditekan oleh sejumlah sentimen negatif tersebut.
“Hanya saja, saya menilai emas tetap akan menjadi save haven atau aset investasi yang paling aman di dunia. Terlebih disaat terjadi peningkatan tensi geopolitik di banyak Negara. Dan bukan berarti penurunan harga emas dunia sebanyak 2,5% akan diikuti dengan penurunan serupa oleh harga emas domestik. Karena harga emas lokal juga diuntungkan dengan melemahnya mata uang rupiah belakangan ini,” katanya.
Volatilitas harga emas dan pasar keuangan memang sangat tinggi jelang pelantikan Trump di Januari mendatang. Namun setelah dilantik, arah kebijakan ekonomi Trump akan terlihat jelas. Dan ini akan membentuk paradigma investasi baru, yang tentunya akan menyesuaikan arah kebijakan presiden terpilih.
“Namun, saya menilai dalam kuran waktu kurang dari satu tahun masih berpeluang mengalami tekanan. Disarankan bagi investor untuk berinvestasi emas dalam jangka panjang,” imbuh Gunawan. (ANG)






