ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Total Ekspor RI di Agustus 2024 US$23,56 Miliar, Tertinggi 20 Bulan Terakhir

BY El Simamora
Selasa, 24 September 2024
in Ekonomi
Ilustrasi.

Ilustrasi. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Total ekspor Indonesia pada Agustus 2024 tercatat sebesar US$23,56 miliar. Nilai ini merupakan ekspor tertinggi dalam 20 bulan terakhir. “Ekspor Indonesia pada Agustus 2024 yang tercatat sebesar US$23,56 miliar. Ini merupakan nilai terbesar sejak akhir Desember 2022. Tentunya ini merupakan pencapaian besar, khususnya di tengah kondisi ekonomi global,” ujar Staf Khusus Menteri Perdagangan (Mendag) Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional, Bara Khrisna Hasibuan, dikutip Selasa (23/9/2024).

Bara menjelaskan, peningkatan ekspor Agustus 2024 sangat signifikan dibandingkan dengan kinerja ekspor Juli 2024 yangsebesar USD22,24 miliar. Selain itu, surplus neraca perdagangan Agustus 2024 juga meningkat signifikan sebesar US$2,9 miliar dibandingkan Juli 2024 yang hanya meningkat US$0,5 miliar dari bulan sebelumnya.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Kami menyambut baik peningkatan ekspor pada Agustus 2024. Peningkatan kinerja ekspor Agustus 2024 secara signifikanini tentunya berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia. Kami berharap, ekspor Indonesia dapat terus meningkat,” urai Bara.

Ekspor Indonesia pada Agustus 2024 naik 5,97% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) serta 7,13% dibanding Agustus 2023 (yoy). Capaian tersebut didorong kenaikan ekspor nonmigas sebesar 7,43% dan kontraksi migas 15,41% dibandingkan Juli 2024 (mtm). Secara rinci, Bara menjelaskan, pada Agustus 2024, peningkatan kinerja ekspor nonmigas secara bulanan terjadi pada seluruh sektor. Sektor dengan kenaikan tertinggi dibanding bulan sebelumnya terjadi pada pertambangan dengan kenaikan sebesar 9,01%, diikuti pertanian 8,70%, dan industri pengolahan sebesar 7,09% (mtm).Komoditas unggulan dengan peningkatan ekspor terbesar di antaranya timah dan barang daripadanya (HS 80) yang naik sebesar 86,35%; bijih logam, terak, dan abu (HS 26) naik 47,23%; alas kaki (HS 64) naik 26,40%; mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) naik 25,74%; serta lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) naik 24,50%.

Sedangkan, komoditas unggulan dengan pelemahan ekspor terbesar dari bulan sebelumnya di antaranya adalah barang dari besi dan baja (HS 73) yang turun 24,26%, logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) turun 11,88%, nikel dan barang daripadanya (HS 75) turun 11,37%, tembaga dan barang daripadanya (HS 74) turun 10,88%, serta besi dan baja (HS 72) turun 1,42% (mtm).

“Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) menjadi pendorong pertumbuhan ekspor nonmigas terbesar pada Agustus 2024. Peningkatan ekspor ini ditopang peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sebesar 4,08% menjadi US$932,63/MT. Selain itu, secara volume ekspor, komoditas ini juga naik 20,81% (mtm),” jelas Bara.

Bara mengungkapkan, Tiongkok dan AS masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia pada Agustus 2024 dengan nilai mencapai US$7,94 miliar. Kedua negara ini berkontribusi sebesar 35,50$ dari total ekspor nonmigas nasional. “Meskipun terjadi perlambatan ekonomi di kedua negara tersebut, ekspor nonmigas ke Tiongkok dan AS masih meningkat dibanding bulan sebelumnya (mtm). Ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok naik 10,42% dan ke AS 20,80%. Pada saat bersamaan, kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke sejumlah negara mitra dagang juga meningkat signifikan. Ekspor nonmigas Indonesia ke Mesir tumbuh 115,26%, Turki 40,39%, Afrika Selatan 36,99%, Thailand 36,67%, serta Pakistan 25%,” terang Bara.

Ditinjau dari kawasannya, Bara menyebut, beberapa kawasan tujuan ekspor menunjukkan peningkatan ekspor nonmigas yang signifikan (mtm). Kawasan tersebut di antaranya Afrika Utara dengan kenaikan 74,73%, Afrika Selatan 35,97%, Eropa Utara 33,94%, Asia Tengah 26,28%, dan Amerika Tengah (24,44%).

“Peningkatan ekspor ke beberapa kawasan tersebut menunjukkan bahwa potensi pasar nontradisonal berpeluang besar untuk dikembangkan,” lanjut Bara.

Bara juga menyebut, sepanjang periode Januari-Agustus 2024, total nilai ekspor Indonesia mencapai US$170,89 miliar atau turun tipis 0,35% dibanding periode yang sama pada 2023. “Penurunan ini disebabkan pelemahan ekspor nonmigas sebesar 0,46% dan penguatan ekspor migas sebesar 1,36% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.

Tingginya ekspor pada Agustus 2024 ini berkontribusi besar terhadap neraca perdagangan Indonesia. Pada Agustus 2024 neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus sebesar US$2,90 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan surplus Juli 2024 yang hanya sebesar US$0,50 miliar. Surplus Agustus 2024 sebesar US$2,90 miliar didorong surplus nonmigas sebesar US$4,34 miliar dan defisit migas sebesar US$1,44 miliar.

Sementara itu secara akumulasi, pada periode Januari-Agustus 2024 Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$18,85 miliar. Surplus tersebut dihasilkan dari surplus nonmigas sebesar US$32,54 miliar dan defisit migas sebesar US$13,69 miliar.

Menurut Bara, dengan capaian surplus ini, neraca perdagangan Indonesia meneruskan tren surplus selama 52 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Ia pun optimistis, kinerja ekspor akan terus membaik. Optimisme ini juga didorong oleh penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan digelar pada 9-12 Oktober 2024 mendatang.

“Penyelenggaraan TEI ke-39 menjadi momentum untuk mendorong kinerja ekspor nasional, meningkatkan daya saing produk nasional, dan memperluas pasar tujuan ekspor. Kemendag optimistis neraca perdagangan tetap surplus sepanjang 2024,” ujar Bara.

Lebih lanjut, Bara menjelaskan, Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina masih menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar selama Agustus 2024 dengan total sebesar US$3,42 miliar. Sementara itu, negara yang menjadi penyebab defisit perdagangan nonmigas pada Agustus 2024 adalah Tiongkok, Singapura, dan Australia dengan total defisit US$2,59 miliar.

Impor Agustus 2024 Turun

Pada Agustus 2024, impor Indonesia tercatat sebesar US$20,67 miliar atau turun 4,93% dibandingkan Juli 2024 (mtm). Namun, secara tahunan, nilai ini naik 9,46% dibandingkan Agustus 2023 (yoy). Pelemahan impor Agustus 2024 terjadi baik pada sektor nonmigas sebesar 0,89% maupun pada migas sebesar 25,56% dari bulan sebelumnya. Sementara itu, pada periode Januari-Agustus 2024, total impor Indonesia tercatat sebesar US$152,04 miliar. Nilai ini naik 3,31% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama didorong naiknya impor nonmigas sebesar 2,47% dan migas sebesar 7,93% (yoy).

Bara memaparkan, pada Agustus 2024 hanya impor barang modal yang naik, sedangkan impor golongan lainnya turun. Impor barang modal tercatat naik sebesar 4,69%. Adapun barang modal yang mengalami lonjakan impor di antaranya instrumen dan peralatan navigasi, perangkat pembangkit tenaga listrik, aparatus radio kendali jarak jauh, komputer, serta mesin derek. Sementara itu, impor bahan baku/penolong turun sebesar 7,16%. Bahan baku/penolong dengan penurunan impor signifikan, antara lain, bahan dan aksesori peralatan pengukur, peralatan penopang dan penyangga konstruksi scaffolding, komponen mesin pemanas, campuran hidrokarbon aromatik, serta nafta. Selain itu, impor barang konsumsi turun sebesar 4,58%. Barang konsumsi dengan penurunan terbesar adalah rotochutes dan bagiannya, alat perekam suara, mobil sedan, obat-obatan, dan parfum.

“Perlambatan impor Agustus 2024 turut mempengaruhi kontraksi aktivitas manufaktur Indonesia. Pada bulan tersebut, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat 48,9 atau turun dibandingkan Juli 2024 yang tercatat sebesar 49,3. PMI manufaktur Indonesia pada bulan Agustus ini menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir,” papar Bara.

Beberapa produk impor nonmigas dengan kontraksi terdalam secara bulanan pada Agustus 2024 ini, antara lain, gula dan kembang gula (HS 17) yang turun 28,48%; bahan bakar mineral (HS 27) turun 23,73%; ampas/sisa industri makanan (HS 23) turun 21,01%; perangkat optik, fotografi, sinematografi (HS 90) turun 17,66%; serta kain rajutan (HS 60) turun 16,10% (mtm). Sedangkan, impor dengan peningkatan terbesar pada Agustus 2024 antara lain logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) yang naik 34,44%; kakao dan olahannya (HS 18) naik 29,66%; buah-buahan (HS 08) naik 19,68%; serealia (HS 10) naik 18,96%; serta susu, mentega, telur (HS 04) naik 12,04%.

Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia didominasi dari Tiongkok, Jepang, dan Australia dengan total nilai sebesar US$8,83 miliar dan pangsa 48,90% dari impor nonmigas Agustus 2024. Sementara itu, negara asal impor dengan kontraksi terdalam pada Agustus 2024 adalah Argentina yang turun 38,93%, Afrika Selatan turun 24,35%, Finlandia turun 17,72%, Brasil turun 14,24%, serta Selandia Baru turun 10,09%. Sedangkan, negara asal impor nonmigas dengan kenaikan tertinggi pada Agustus 2024 di antaranya Ukraina yang naik 130,95%, Arab Saudi naik 36,79%, Swiss naik 32,04%, Belanda naik 27,89%, serta Hongkong naik 27,33%. (EL)

Next Post
Aktris Shin Se Kyung.

Setelah 10 Tahun, Shin Se Kyung Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Humint

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba