Odeba.id, Jakarta – Pemerintah akan memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai dan Non Tunai kepada 17 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Suntikkan dana ini juga telah disetujui oleh Komisi XI DPR RI dalam rapat dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa hari lalu.
Sebelumnya dalam rapat Komisi XI DPR RI dengan Kemenkeu, telah disepakati beberapa hal lain, di antaranya penolakan PMN untuk Bank Tanah senilai Rp1 triliun. Kemudian PMN untuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) juga hanya disepakati Rp5 triliun dari usulan pemerintah Rp10 triliun.
Melansir detikcom, pemberian PMN kepada 17 BUMN ini untuk tahun anggaran 2024. Sebagai catatan untuk PT Hutama Karya, menjadi BUMN yang mendapatkan suntikkan dana baik tunai dan non tunai.
Daftar BUMN yang Dapat PMN Tunai 2024
1. PT Sarana Multigriya Finansial Rp1,89 triliun
2. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia LPEI Rp5 triliun.
3. PT Kereta Api Indonesia Rp2 triliun
4. Industri Kereta Api Indonesia (INKA) Rp965 miliar
5. PT Hutama Karya Rp1 triliun
6. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Rp1,5 triliun.
Daftar BUMN Dapat PMN Non Tunai 2024
1. PT Hutama Karya berupa barang milik negara (BMN) dengan nilai wajar Rp1.938.044.104.000
2. PT LEN Industri berupa konfersi utang sebesar Rp649.229.893.900,48
3. PT Bio Farma berupa BMN dengan nilai wajar Rp68.001.537.000
4. PT Sejahtera Eka Graha berupa BMN dengan nilai wajar Rp1.227.507.101.000
5. PT Varuna Tirta Prakasya berupa BMN dengan nilai wajar Rp24.127.146.000
6. PT ASDP Indonesia Ferry berupa BMN dennga nilai wajar Rp367.531.225.000
7. Perum Damri berupa BMN dengan nilai wajar Rp460.721.700.000
8. Perum LPPNPI-Airnav Indonesia berupa BMN dengan nilai wajar Rp301.892.091.817
9. PT Pertamina (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar Rp4.182.922.836.180
10. PT Perkebunan Nusantara III berupa BMN dengan nilai wajar Rp826.361.655.982
11. Perum Perumnas berupa BMN dengan nilai wajar Rp1.109.679.804.000
12. PT Danareksa (Persero) berupa BMN dengan nilai wajar Rp3.347.181.451.745






