ODEBA.id, Medan – Harga emas dunia pada perdagangan Kamis (19/3/2026) mengalami penurunan yang cukup signifikan seiring dengan memburuknya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Harga emas saat ini ditransaksikan dikisaran US$4.770 per troy ons. Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan cukup signifikan seperti untuk minyak jenis Brent yang ditransaksikan dikisaran US$113 per barel.
Menurut pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, kenaikan harga minyak mentah tersebut kembali menyulut proyeksi inflasi yang akan alami kenaikan di masa mendatang. “Kenaikan harga minyak mentah ditambah dengan pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS, yang memberi sinyal pemotongan bunga acuan hanya sekali di tahun ini kian memperburuk harga emas. Sikap The Fed tersebut diambil setelah mempertahankan kebijakan besaran bunga acuannya di level 3,75%,” katanya.
Kebijakan The Fed berikut pernyataan Gubernur Bank Sentral AS ditambah dengan peningakatan pada laju tekanan inflasi AS. Telah membuat pasar kembali skeptis akan penurunan suku bunga, dan sejauh ini yakin bahwa Bank Sentral AS kedepan akan mengambil langkah kebijakan moneter yang lebih bernada hawkish.
“Penurunan harga emas saat ini lebih banyak mempertimbangkan kebijakan The Fed kedepan. Sementara tensi geopolitik yang memanas belum menjadi pertimbangan investor untuk mengakumulasi emas,” kata Gunawan. (ANG)






