Odeba.id, Medan – Surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei mencatakan angka yang lebih tinggi dari proyeksi pasar. Rilis neraca dagang Indonesia pada bulan Mei 2024 berada di angka US$2,93 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi dikisaran US$2,7 miliar. Data tersebut menjadi angin segar bagi mata uang rupiah, meski realisasi surplus mengalami penurunan.
Kinerja mata uang rupiah pada perdagangan hari ini mampu berada di zona hijau. Mata uang rupiah bahkan sempat menguat hingga ke level 16.335/dolar AS sebelum akhirnya ditutup di level 16.360/dolar AS. Di pasar NDF rupiah juga terpantau mengalami penguatan di level yang tidak jauh berbeda.
Sementara itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,12% di level 6.726,92. IHSG bergerak sangat volatile, sempat melemah hingga lewati level psikologis 6.700. “Namun sempat menguat hingga ke level 6.791. Sebelum akhirnya kembali ditutup di zona merah. Kinerja IHSG pada perdagangan hari ini masih bergerak dengan pola yang sama dengan sejumlah bursa di asia lainnya,” papar analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Rabu (19/6/2024).
Sementara itu, harga emas terpantau bergerak stabil dikisaran angka US$2.330 troy ons pada perdagangan sore. Harga emas relatif tidak bergerak, ditengah minimnya sentimen ekonomi yang berkembang pada hari ini. Harga emas masih berpeluang untuk bergerak sideways hingga akhir pekan ini. (ANG)






