ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Spot Foto Ikonik Berlatar Manhattan Bridge Diprediksi Makin Parah saat Piala Dunia 2026

BY El Simamora
Jumat, 8 Mei 2026
in TRAVEL BUDAYA
Manhattan Bridge.

Manhattan Bridge. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, New York – DUMBO atau Down Under the Manhattan Brigde Overpass yang selama ini viral sebagai spot foto ikonik berlatar Manhattan Bridge kini berubah jadi sumber keresahan warga. Ledakan turis memicu kemacetan, sampah, dan pedagang ilegal dan diprediksi makin parah saat Piala Dunia 2026 di New York City.

Saat Piala Dunia 2026 diperkirakan sebanyak 1.2 juta penggemar sepak bola memadati kota tersebut. Artinya, kedatangan fans bola itu bisa menambah beban di kawasan yang sudah sesak oleh ribuan turis setiap harinya.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Kini, warga menilai kawasan itu bak neraka karena kemacetan dan lingkungan yang semrawut. Mereka mengeluhkan tumpukan sampah yang berbau, populasi tikus yang meningkat, hingga menjamurnya pedagang kaki lima ilegal yang agresif. Padahal, DUMBO merupakan kawasan elite dengan rata-rata sewa apartemen mencapai US$5.200 atau sekitar Rp83 juta per bulan.

Mengutip New York Post, Jumat (8/5/2026), salah satu warga setempat, Sheryl Buchhotz, mengaku kawasan tempat tinggalnya selama ini dikenal terbuka bagi pendatang. Namun, kondisi yang kini dipenuhi wisatawan membuatnya merasa sangat terganggu.

“Kualitas hidup di sini anjlok drastis. Ini adalah komunitas yang hebat dan terbuka bagi dunia, tapi sekarang situasinya benar-benar kacau,” kata dia.

Warga merasa keluhan mereka selama ini tidak didengar oleh pemerintah kota. Meskipun kepolisian sering melakukan penertiban, para pedagang ilegal biasanya kembali hanya dalam hitungan jam, mereka dengan mudah membayar denda karena keuntungan dari turis sangat besar.

“Akan butuh bencana besar sebelum ada sesuatu yang berubah,” ujar warga lainnya, Tara Quinn.

Masalah utama di Washington Street, titik paling populer untuk berswafoto, bukanlah kehadiran turis, melainkan kurangnya fasilitas pendukung. Warga lainnya, Jimmy Ng, membandingkan kawasan tempat tinggalnya dengan Times Square yang selalu dipadati jutaan orang.

“Masalahnya bukan orang dilarang datang ke sini, tapi tidak ada dukungan infrastruktur untuk menampung volume massa sebanyak itu,” kata Jimmy.

Kekhawatiran warga semakin memuncak karena selain Piala Dunia, akan ada perayaan ulang tahun Amerika Serikat ke-250 pada bulan berikutnya. Tanpa koordinasi keamanan dan kebersihan yang matang, warga khawatir layanan darurat seperti ambulance tidak akan bisa menembus kepadatan massa.

Dewan Kota setempat, Lincoln Restler, mengakui bahwa pemerintah belum memiliki rencana terpadu untuk menangani lonjakan turis ini. Ia tengah mengupayakan undang-undang untuk mengatur pariwisata di DUMBO, meski prosesnya memakan waktu berbulan-bulan.

“Saya tahu orang-orang merasa frustrasi. Kita harus melakukan yang lebih baik,” ujar Restler. (dtc)

Next Post
Maskapai berbiaya rendah (LCC) dari grup Singapore Airlines, Scoot.

Penerbangan Internasional Belitung Kembali Dibuka

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba