ODEBA.id, Medan – Sempat berada di zona hijau hampir sepanjang sesi perdagangan, IHSG terpaksa ditutup melemah tipis 0.18% di level 7.490,183. IHSG melemah di menit-menit terakhir jelang penutupan perdagangan. Kinerja IHSG tidak jauh berbeda dengan mayoritas bursa di Asia lainnya, yang ditutup mendatar meskipun mayoritas berada di zona hijau.
Sejumlah saham teraktif yang memicu koreksi pada perdagangan hari ini diantaranya CDIA, CUAN, BRMS, BRPT hingga WIFI. Minimnya sentimen penggerak pasar menjadi pemicu utama minimnya pergerakan pasar pada hari ini. “Sikap wait and see pelaku pasar diproyeksikan akan berlangsung pada perdagangan besok, hingga ada sentimen baru yang menjadi acuan pelaku pasar selanjutnya,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Kamis (7/8/2025).
Berbeda dengan IHSG, mata uang rupiah justru ditutup menguat di level 16.285 per US Dolar. Mata uang Rupiah terpantau menguat seiring dengan memburuknya imbal hasil US Treasury, ditambah dengan tekanan yang dialami pada kinerja Indeks Dolar.
“Dua indikator tersebut terpantau bergerak relatif stabil selama sesi perdagangan di Asia. Yang membuat US Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang di Asia tanpa terkecuali rupiah,” kata Gunawan.
Terpisah pada perdagangan sore ini harga emas ditutup naik tipis di level $3.377 per ons troy, atau sekitar Rp1,77 juta/gram. Pergerakan harga emas terpantau tidak banyak alami perubahan meskipun cenderung menguat ditengah memburuknya tensi geopolitik antara AS dengan Rusia. (ANG)






