ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Sosok

Selalu Ada Saat Lebaran, Ternyata Ini Pemilik Biskuit Khong Guan

BY El Simamora
Rabu, 10 April 2024
in Sosok
Biskuit Khong Guan.

Biskuit Khong Guan. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Biskuit Khong Guan merupakan salah satu biskuit yang citranya sudah sangat melekat dengan hari raya Idulfitri. Sudah puluhan tahun, biskuit kalengan ini tak asing dijumpai saat hari kemenangan tiba.

Bahkan saking terkenalnya, gambar pada packaging biskuit Khong Guan sangat ikonik. Sering kali gambar seorang wanita yang sedang duduk di meja makan bersama dua anak kecil itu dikreasikan oleh netizen menjadi meme yang lucu.

BacaJuga

Mengenal Opposite Spiker Jepang Kento Miyaura

Lukita Maxwell, Bintang Film Backrooms Berdarah Indonesia

Kisah 7 Alumni Perempuan Poltekpar yang Sukses Berkarya

Meskipun sangat terkenal di Indonesia, ternyata biskuit Khong Guan bukan berasal dari Indonesia, melainkan Singapura. Khong Guan sendiri sudah berdiri sejak 1947 dengan pabrik pertama di Jalan 18 Howard, Singapura.

Mengutip laman resmi khongguan.com, Cikal bakal berdirinya Khong Guan ini bermula dari Chew Choo Keng dan Chew Choo Han, dua saudara imigran dari Fujian, Tiongkok yang pindah ke Singapura pada tahun 1935. Selanjutnya, mereka berdua bekerja di pabrik biskuit lokal.

Namun pada tahun 1940, Jepang menginvasi Singapura sehingga mereka berdua harus mengungsi ke Perak, Malaysia. Di sana, mereka menjual biskuit sampai akhirnya pasokan gula dan tepung menjadi langka. Akhirnya, mereka beralih profesi menjadi penjual garam dan sabun.

Pada 1945 setelah Jepang pergi dari Singapura, kedua saudara ini kembali pindah ke Singapura. Dengan dukungan keluarga, mereka akhirnya kembali menjual biskuit.

Terobosan besar mereka datang ketika Chew Choo Han menemukan beberapa mesin pembuat biskuit tua dan rusak akibat perang yang dijual sebagai barang bekas dari pabrik lama tempat mereka kerja. Ia pun segera membelinya dan memperbaikinya.

Ia memasang jalur produksi biskuit semi-otomatis menggunakan rantai sepeda untuk memindahkan biskuit pada sistem konveyor melalui oven bata. Hingga akhirnya pada 1947 Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Pte Ltd resmi berdiri. Sekitar tahun 1950 hingga 1960-an, Khong Guan melakukan ekspansi ke Malaysia.

Pabrik di Singapura menghasilkan 10.000 kaleng biskuit setiap harinya dan memiliki sekitar 200 pegawai. Sementara itu, di Malaysia Khong Guan meghasilkan 40.000 kaleng biskuit setiap hari dan memiliki 1000 karyawan. Sekitar 70% produk Khong Guan di jual di Singapura dan Malaysia sedangkan sisanya dijual ke berbagai negara seperti Indonesia, Hong Kong, Africa, dan Timur Tengah.

Pada 1970, Pabrik di Singapura berpindah ke lokasi yang lebih besar karena banyaknya permintaan konsumen. Pabriknya dipindahkan ke Jurong, Singapura. Lalu pada sekitar tahun 1980-an, Khong Guan melakukan ekspor ke negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sejak saat itu, perusahaan ini sudah mengekspor produknya ke lebih dari 40 negara.

Namun pada tahun 2001, Chew Choo Keng meninggal dunia pada umur 86 tahun. Pada saat kematiannya, pabrik biskuit yang ia dirikan telah menjadi perhatian multinasional dengan pabrik dan perusahaan asosiasi di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Hong Kong, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Pada Januari 2007, Chew Choo Han memutuskan untuk pensiun. Ia meninggal pada November tahun 2007. Meski demikian, hingga kini Khong Guan tetap berkomitmen untuk menyediakan biskuit yang berkualitas. (dtf)

Next Post
Aktivitas produksi di industri elektronika.

Ternyata Ini Alasan Dibalik Pembatasan Impor TV, AC, Kulkas dan Laptop

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba