ODEBA.id, Osaka – Di balik kemenangan dramatis tim nasional bola voli putra Jepang atas Kanada dalam lanjutan Volleyball Nations League (VNL) 2026, Kamis (16/7/2026), nama Kento Miyaura kembali menjadi buah bibir. Pemain yang berposisi sebagai opposite spiker ini menjadi aktor kunci perubahan strategi yang membawa Ryujin Nippon membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dua set.
Miyaura, yang masuk sebagai pemain pelapis dari bangku cadangan pada set ketiga, sukses mengemas 15 poin penting untuk membantu Jepang mengunci kemenangan 3-2. Penampilan impresif ini mempertegas reputasinya sebagai “senjata rahasia” mematikan yang dimiliki pelatih kepala Laurent Tillie.
Lahir dari Kompetisi Kampus
Lahir di Kumamoto pada 22 Februari 1999, bakat voli Miyaura mulai diasah secara serius saat memperkuat Universitas Waseda. Di tingkat universitas, pemain bertinggi badan 190 cm ini menorehkan prestasi gemilang dengan membawa kampusnya menjuarai kejuaraan nasional antar-universitas selama empat tahun berturut-turut, sekaligus menyabet gelar Most Valuable Player (MVP) pada tahun 2020.
Karier profesionalnya dimulai saat ia bergabung dengan klub kasta tertinggi Liga Voli Jepang (V.League), JTEKT Stings, pada musim 2020/2021. Miyaura yang memikul tanggung jawab besar untuk menggantikan Yuji Nishida saat itu, langsung menjelma sebagai mesin pencetak poin utama tim lewat efektivitas serangan setinggi 348 cm yang dimilikinya.
Mengasah Taji di Eropa
Demi meningkatkan level permainan, Miyaura mengambil keputusan besar dengan merantau ke Eropa. Ia sempat mencicipi ketatnya PlusLiga Polandia bersama Stal Nysa pada musim 2022/2023, sebelum akhirnya hijrah ke Prancis untuk memperkuat Paris Volley pada musim berikutnya.
Pengalaman bertanding melawan blocker-blocker jangkung di benua biru terbukti membentuk Miyaura menjadi pemain yang lebih taktis. Pukulan tangan kidalnya yang terkenal tajam dan sulit diantisipasi kini dikombinasikan dengan akurasi penempatan bola yang matang.
Karakter Tenang dan Mentalitas Pengganti
Selain kemampuan teknis seperti jump serve yang bertenaga, keunggulan utama Miyaura terletak pada kedewasaan mentalnya. Di skuad timnas Jepang, ia kerap berbagi menit bermain dengan Yuji Nishida. Kendati demikian, Miyaura tidak pernah kehilangan momentum saat dipercaya turun ke lapangan tengah laga.
“Di bangku cadangan, kami selalu mencoba belajar dari apa yang sedang terjadi di lapangan,” kata Miyaura seusai laga melawan Kanada, merefleksikan kedisiplinan taktisnya.
Kombinasi antara ketenangan, kecerdasan membaca permainan dari pinggir lapangan, dan daya gedor yang konsisten membuat Miyaura kini tidak sekadar menjadi pelapis, melainkan pilar penting yang menjamin kedalaman skuad Jepang dalam misi mereka mempertahankan posisi di puncak dunia. (EL)






