ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Saham Nike Anjlok 20%, Terburuk Sejak Melantai di Bursa 1980

BY El Simamora
Senin, 1 Juli 2024
in Ekonomi
Ilustrasi Nike.

Ilustrasi Nike. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Saham Nike (NKE.N) anjlok 20% pada perdagangan hari Jumat (28/6/2024) ke posisi terburuk sejak pertama kali melantai di bursa saham pada 1980.

Nike saat ini tengah berjuang menghadapi kondisi pasar yang penuh persaingan. Investor diliputi kekhawatiran hilangnya pangsa pasar Nike karena banyaknya merek-merek baru seperti On dari Swiss dan Hoka dari Prancis.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

Melansir Reuters, Senin (1/7/2024), pada Kamis lalu perusahaan memproyeksikan penurunan persentase pendapatan 2025 sebesar satu digit, dibandingkan dengan perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan hampir 1%.

“Nike berada pada titik di mana mereka menetapkan target konservatif dan menetapkan standar yang rendah,” kata Kepala Strategi Pasar di B Riley Wealth, Art Hogan.

Akibatnya, saham Nike anjlok hingga 20%. Kondisi ini membuat kapitalisasi pasar Nike turun US$28,41 miliar atau setara Rp464,5 triliun (kursRp 16.350).

Perkiraan tersebut menyeret saham para pesaingnya dan pengecer pakaian olahraga di seluruh Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat pada hari Jumat. Pengecer pakaian olahraga Inggris JD Sports (JD.L) kehilangan 5,4% pada penutupan hari Jumat, sementara Puma Jerman (PUMG.DE) turun 1%. Sedangkan Adidas (ADSGn.DE) sahamnya naik sedikit.

“Nike berada di bawah tekanan selama beberapa tahun sekarang. Saya tentu berpikir mereka memiliki peluang sekarang karena valuasinya telah diatur ulang menjadi sangat rendah untuk mulai mendapatkan sponsor, namun hal itu tidak akan terjadi hari ini atau minggu ini,” tambah Hogan.

Menurut GlobalData, pangsa pasar perusahaan di AS dalam kategori alas kaki olahraga turun menjadi 34,97% pada tahun 2023, dari 35,37% pada tahun 2022, dan 35,40% pada tahun 2021.

Sementara menurut laporan penelitian RBC yang dirilis pada bulan Juni, merek perlengkapan olahraga lainnya seperti Hoka, Asics, New Balance, dan On menyumbang 35 persen pangsa pasar global pada tahun 2023 dibandingkan dengan 20% yang dikuasai pada periode 2013-2020.

Untuk menekan penurunan penjualan yang semakin parah, Nike telah mengurangi kelebihan pasokan merek, termasuk Air Force 1, sebagai bagian dari rencana pemotongan biaya senilai US$2 miliar yang diluncurkan akhir tahun lalu. Raksasa pakaian olahraga ini juga mengubah jajaran produknya dengan meluncurkan sepatu kets baru seharga US$100 ke bawah di seluruh dunia untuk menarik konsumen yang memperhatikan harga. (dtf)

Next Post
Pengelolaan dan pemanfaatan FABA atau abu sisa proses pembakaran batu bara pada PLTU Holtekamp di Jayapura, Papua.

Manfaatkan FABA PLTU Holtekamp, PLN Bangun Beragam Infrastruktur di Papua

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba