ODEBA.id, Medan – Pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan mixed dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar keuangan saat ini tertuju pada agenda ekonomi penting dari AS, dimana Bank Sentral AS (The Fed) akan menentukan besaran bunga acuannya pada perdagangan hari ini (malam waktu AS). Sejauh ini The Fed diperkirakan akan mempertahankan besaran bunga acuan di level 3,75%.
Pelaku apsar masih melihat kebijakan The Fed yang cenderung bernada hawkish dibandingkan dengan sebaliknya. Di sisi lain AS dikabarkan akan memberikan detail kesepakatan perdamaian dengan Iran ke kongres AS. Sejauh ini tensi geopolitik di kawasan timur tengah mereda, meskipun pelaku pasar masih menanti kongkrit kesepakatan yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.
Sementara itu, kinerja IHSG pada pembukaan perdagangan menguat di level 6.321. IHSG masih berada di zona hijau, ditengah minimnya sentimen negatif pasar. Namun penguatan IHSG dibayangi pelemahan rupiah ke level 17.750 per US Dolar. Tekanan pada rupiah berpeluang mengalami peningkatan jelang kebijakan moneter Bank Sentral AS.
‘Skenario pelemahan rupiah bisa terjadi dikarenakan oleh beberapa hal. Pertama The Fed mempertahankan besaran bunga acuan dengan memberikan gambaran kebijakan yang lebih bernada hawkish ke depan. Atau kedua justru The Fed menaikkan bunga acuannya pada hari ini,” kata analis pasar modal, Gunawan Benjamin, Rabu (17/6/2026).
Sementara itu, harga emas dunia masih ditransaksikan dikisaran US$4.343 per troy ons, atau sekitar Rp2,27 juta/gram. Harga emas diuntungkan dengan rencana kesepakatan damai antara Iran dengan AS.
“Namun emad tengah dibayangi oleh potensi kebijakan ketat yang akan dilakukan oleh Bank Sentral AS. Sehingga untuk sementara waktu pelaku pasar akan lebih memngambil posisi wait and see,” kata Gunawan. (ANG)






