Odeba.id, Medan – Dalam pertemuan tahunan kongres rakyat China, pemerintah china menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% dengan target inflasi di kisaran. China juga mengumumkan penerbitan obligasi khusus “ultra-panjang” untuk proyek-proyek besar, menurut laporan kerja pemerintah. Sayangnya kabar tersebut justru belum mampu mendorong penguatan kinerja pasar keuangan di Asia yang justru banyak ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,4% di level 7.247,46, mengikuti kinerja pasar saham di Asia yang mayoritas juga ditutup melemah. IHSG mengalami koreksi dalam dua hari perdagangan, meskipun asing tetap membukukan transaksi beli bersih senilai Rp690 miliar di sesi perdagangan hari ini.
Sementara itu, kinerja mata uang rupiah juga kian melemah dan ditutup di level 15.675/dolar AS.
“Kinerja mata uang rupiah mengalami pelemahan sekalipun dolar AS mendapatkan tekanan dari pelemahan yield US Treasuy yang mengalami penurunan selama sesi perdagangan di Asia,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Selasa (5/4/2024).
Sementara itu, tren kenaikan harga emas masih terus belangsung. Harga emas pada sesi perdagangan sore berada dikisaran angka US$2.123/troy ons, atau lebih tinggi dibandingkan dengan harga emas pagi tadi dikisaran level US$2.115/troy ons. Pelaku pasar tengah bertaruh bahwa The FED akan lebih bersikap dovish dalam pidato selanjutnya. (ANG)






