Odeba.id, Medan – Grup saham BUMN seperti BMRI, BBRI dam BBNI menjadi katalis utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini. Selanjutnya ada saham WIKA (Wijaya Karya) yang melanjutkan penguatan sebesar 18%. BRPT, ASII dan TLKM juga turut menguat yang membuat IHSG ditutup naik 1,08% di level 7.436,04. Membaiknya IHSG juga seirama dengan bursa di Asia lainnya.
Kecuali bursa dari China seperti Shenzhen, Hangseng dan Shanghai yang ditutup melemah pada hari ini. “Selain dinaungi kabar positif dari bursa di kawasan Asia, penguatan mata uang rupiah yang cukup signifikan juga menjadi katalis bagi penguatan IHSG,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Rabu (14/8/2024).
Mata uang rupiah hari ini ditutup menguat 15.675/dolar AS. Rupiah kembali menjadi mata uang yang membukukan penguatan terbesar. Dolar AS sendiri bergerak beragam dengan sejumlah mata uang di Asia. Bahkan Dolar AS menguat sekitar 1% terhadap mata uang NZD (New Zealand Dollar), setelah kebijakan Bank Sentral New Zealand memangkas besaran bunga acuannya sebanyak 25 basis poin.
“Tren penguatan rupiah belakangan ini menunjukan bahwa rupiah kerap bergerak anomali dibandingkan mata uang asia lainnya,” kata Gunawan.
Disisi lain, harga emas dunia ditransaksikan menguat di level US$2.474 pada perdagangan hari ini. Namun penguatan harga emas tersebut justru diimbangi dengan penguatan tajam terhadap mata uang rupiah. Sehingga harga emas nyaris tidak berubah dikisaran Rp1,25 juta/gram sejauh ini. “Kinerja rupiah yang menguat menjadi pemicu kinerja harga emas yang relatif stagnan,” kata Gunawan. (ANG)






