ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

RI Dorong Perluasan Akses Pasar ke Amerika Latin Lewat Perundingan IP-CEPA

BY El Simamora
Selasa, 17 September 2024
in Ekonomi
Ilustrasi aktivitas ekspor.

Ilustrasi aktivitas ekspor. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Indonesia dan Peru melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara kedua negara;(Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement/IP-CEPA) mulai hari ini, Selasa (17/9). Perundingan dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga Jumat (20/9) mendatang di Jakarta.

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Johni Martha menyampaikan, kedua negara semakin mengintensifkan perundingan IP-CEPA untuk mempercepat tercapainya target kesepakatan substansial. Ia berharap, kesepakatan substansial tersebut dapat diumumkan Kepala Negara RI dan Peru di Pekan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC Economic Leaders Week) di Peru pada November 2024 mendatang.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan perundingan IP-CEPA ini dengan sebaik-baiknya. Perundingan ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperluas pasar ke Amerika Latin. Perjanjian ini akan membuka akses lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti manufaktur dan pertanian, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” ujar Johni yang juga merupakan Ketua Tim Perunding Indonesia, dikutip dari laman Kemendag, Selasa (17/9/2024).

Salah satu poin penting dari perundingan IP-CEPA adalah komitmen untuk melanjutkan pembahasan mengenai akses pasar, aturan teknis, keamanan pangan, serta pengurangan hambatan nontarif sebagai manfaat yang diharapkan kedua negara.

Johni berharap, tujuh kelompok kerja yang terlibat dalam perundingan ini dapat segera menyelesaikan pembahasan mereka dalam tenggat waktu yang sudah disepakati dalam Rencana Kerja Perundingan IP-CEPA.

Johni membuka putaran ketiga ini bersama Direktur Asia, Oseania, dan Afrika Kementerian Luar Negeri Peru sekaligus Pemimpin Delegasi Peru Gerardo Meza. Dalam sesi pembukaan, Johni dan Gerardo menyampaikan, Indonesia dan Peru sepakat untuk mempercepat pembahasan agar dapat mencapai kesepakatan yangbermanfaat bagi kedua negara.

Sementara itu, Gerardo menyampaikan, Peru memiliki optimisme yang sama dengan Indonesia dalam upaya menjajaki peluang perdagangan kedua negara. Oleh karena itu, IP-CEPA menjadi batu loncatan penting dalam penguatan hubungan dagang Indonesia dan Peru. “Banyaknya pengusaha Peru yang hadir pada Indonesia Latin America and the Caribbean (INALAC) Business Forum pada 11-13 September 2024 di Lima, Peru membuktikan tingginya minat dan kepercayaan mereka terhadap potensi kerja sama ekonomi dengan Indonesia. IP-CEPA pun menjadi langkah penting bagi kedua negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Gerardo.

Duta Besar Peru untuk Indonesia Luis Tsuboyama turut hadir dalam pembukaan putaran ketiga perundingan IP-CEPA. Ia menegaskan, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru telah terjalin dengan erat. “Indonesia bukanlah negara yang asing bagi Peru jika mengingat hubungan diplomatik kedua negara telah berjalan sejak 1975. Kami di Kedutaan Besar Peru di Jakarta selalu berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan RI, khususnya dalam menangani isu-isu strategis di bidang perdagangan. Saya optimistis IP-CEPA akan semakin memperkuat hubungan dan menambah manfaat bagi kedua negara,” pungkas Luis.

Sebagai langkah lanjutan, Indonesia dan Peru telah sepakat untuk menggelar perundingan keempat IP-CEPA pada 28 Oktober hingga 1 November 2024 di Jakarta. Target perundingan keempat adalah pengumuman penyelesaian substansial yang direncanakan untuk dapat disampaikan di sela-sela APEC Economic Leaders Week 2024 di Peru.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Peru pada semester pertama 2024, hubungan perdagangan antara Indonesia dan Peru terus menunjukkan performa yang kuat dengan total nilai perdagangan mencapai US$196 juta. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Peru mencapai US$153,8 juta, sementara impor Indonesia dari Peru sebesar US$42,2 juta. Indonesia menikmati surplus perdagangan yang signifikan sebesar US$111,6 juta pada periode tersebut. Sementara itu, sepanjang 2023, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$444,3 juta. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Peru mencapai US$367,4 juta dan impor Indonesia dari Peru mencapai US$77 juta. Dengan capaian ini, Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$290,4 juta.

Capaian tersebut menggarisbawahi posisi kuat Indonesia dalam hubungan dagang dengan Peru. Dalam lima tahun terakhir (2019-2023), tren perdagangan Indonesia-Peru tumbuh positif dengan rata-rata kenaikan sebesar 19,8%. Peru kini menjadi negara tujuan ekspor nonmigas ke-45 bagi Indonesia. Peru juga menempati peringkat ke-73 sebagai negara asal impor Indonesia.

Ekspor utama Indonesia ke Peru pada 2023 meliputi kendaraan bermotor (US$144 juta), biodiesel (US$31,8 juta), alas kaki (US$30,5 juta), dan kertas (US$13,2 juta). Di sisi lain, impor utama Indonesia dari Peru terdiri atas biji kakao (US$33,1 juta), anggur segar dan kering (US$19,7 juta), pupuk mineral fosfat (US$8,5 juta), seng tidak ditempa (US$5,3 juta), dan terak ampas logam (US$2,5 juta).

Potensi perdagangan Indonesia dan Peru sangat besar. Peru, dengan populasi sekitar 34 juta jiwa dan produk domestik bruto sebesar US$239,3 miliar pada 2023, menawarkan pasar yang menjanjikan bagi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Peru juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, dan kebijakan propasar. Kondisi-kondisi tersebut menjadikan Peru salah satu destinasi investasi asing terkuat di Amerika Latin. (ANG)

Next Post
Logo MTQ 2024.

Dikunjungi 500.000 Orang, Transaksi Ekonomi MTQ Nasional Tembus Rp1,1 Triliun

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba