ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Realisasi Investasi Jakarta Capai Rp173,6 Triliun di Semester I 2026

BY El Simamora
Jumat, 17 Juli 2026
in Ekonomi
Jakarta.

Jakarta. (Dok. Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Provinsi DKI Jakarta kembali menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta mencatat realisasi investasi sebesar Rp94,9 triliun pada Triwulan II-2026 atau berkontribusi 18,5% terhadap total realisasi investasi nasional.

Capaian tersebut menempatkan Jakarta di peringkat pertama nasional untuk realisasi investasi gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Hasil ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Jakarta yang terus diperkuat melalui kemudahan berusaha, reformasi layanan publik, dan penguatan ekosistem investasi.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan, capaian tersebut menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat investasi sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, didukung arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono yang menempatkan kemudahan investasi dan pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan,” ujar Heru, di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Pada Triwulan II-2026, realisasi PMDN Jakarta mencapai Rp58,6 triliun atau tertinggi secara nasional dengan kontribusi 23,1% terhadap total PMDN Indonesia. Sementara itu, realisasi PMA mencapai Rp36,3 triliun dan menempatkan Jakarta di peringkat kedua nasional dengan kontribusi 14,1% terhadap total PMA.

Secara kumulatif, realisasi investasi Jakarta sepanjang Semester I-2026 mencapai Rp173,6 triliun, terdiri atas PMDN sebesar Rp106,5 triliun dan PMA senilai Rp67,1 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Jakarta di posisi teratas nasional, melampaui Jawa Barat yang membukukan realisasi investasi sebesar Rp138,1 triliun pada periode yang sama. Dengan selisih Rp35,5 triliun, Jakarta kembali mengukuhkan diri sebagai magnet investasi terbesar di Indonesia.

“Dominasi Jakarta pada investasi domestik sekaligus kuatnya arus investasi asing menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi pilihan utama pelaku usaha. Kombinasi ini memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global,” kata Heru.

Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung berbagai inovasi layanan yang terus dikembangkan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta. Upaya itu meliputi optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola bagi pelaku usaha, serta penguatan pendampingan investasi secara terintegrasi.

Selain itu, DPMPTSP juga memperkuat promosi investasi berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi dan pengembangan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada investor.

“Kami memastikan peluang investasi yang ditawarkan memiliki kesiapan dari sisi teknis, finansial, maupun pasar sehingga investor memperoleh kepastian yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta,” jelas Heru.

Peran Jakarta Investment Centre (JIC) juga terus diperkuat sebagai fasilitator investasi yang menghubungkan investor dengan berbagai peluang usaha strategis di Jakarta. Melalui layanan tersebut, investor memperoleh informasi yang komprehensif, pendampingan investasi, serta kemudahan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Didukung infrastruktur yang terintegrasi, pasar yang besar, sumber daya manusia yang kompetitif, serta ekosistem bisnis yang matang, Jakarta terus menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional. Sejumlah sektor seperti transportasi, pergudangan, telekomunikasi, perdagangan, jasa keuangan, jasa lainnya, hingga ekonomi digital masih menjadi penggerak utama investasi di ibu kota.

“Kepercayaan investor yang terus meningkat menjadi modal penting bagi Jakarta untuk mempercepat transformasi ekonomi menuju kota global. Investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutur Heru.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi.

“Kami optimistis tren investasi Jakarta akan terus tumbuh. Melalui pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi, kami berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota yang semakin kompetitif, inklusif, dan menarik bagi investor dari dalam maupun luar negeri,” pungkas Heru. (ANG)

Next Post
China menentang keputusan pemerintah Inggris menasionalisasi British Steel, anak perusahaan Jingye Group.

China Tentang Nasionalisasi British Steel, Desak Inggris Patuhi Aturan Internasional

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba