ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Produk Matras Indonesia Bebas Pengenaan Bea Masuk Antisubsidi ke AS

BY El Simamora
Rabu, 7 Agustus 2024
in Ekonomi
Ilustrasi aktivitas ekspor.

Ilustrasi aktivitas ekspor. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Produk matras Indonesia berhasil terbebas dari pengenaan Bea Masuk Antisubsidi, atau Bea Masuk Imbalan, oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS). Keputusan pembebasan tersebut dikeluarkan Otoritas AS yaitu United States Department of Commerce (USDOC) yang dicantumkan dalam Federal Register Vol. 89, No. 140 pada tanggal 22 Juli 2024.

Dengan dibebaskannya Indonesia dari pengenaan Bea Masuk Imbalan (BMI) di AS tersebut, Indonesia berhasil mengamankan akses pasar ekspor ke AS sebesar kurang lebih US$370,4 juta atau setara Rp5,98 triliun.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, menyambut baik keputusan tersebut. Ia optimistis ekspor produk matras Indonesia akan kembali berjaya di AS. “Ekspor matras Indonesia ke AS akhirnya bebas dari penerapan Bea Masuk Imbalan. Pencapaian ini patut disyukuri sebagai hasil kolaborasi yang baik antara Pemerintah Indonesia dan pelaku usaha Indonesia dalam menghadapi penyelidikan dari Otoritas AS. Kami optimistis, ekspor matras di Indonesia akan kembali berjaya,” katanya, dikutip dari laman resmi Kemendag, Rabu (7/8/2024).

Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, hasil penyelidikan Otoritas AS menyimpulkan, margin subsidi yang diterima eksportir matras Indonesia sangat kecil. Nilai margin tersebut kurang dari satu persen ad valorem atau masuk kategori de minimis. Sejak 17 Agustus 2023, USDOC memulai penyelidikan antisubsidi untuk produk matras asal Indonesia dengan pos tarif 9404.21.0010, 9404.21.0013, 9404.21.0095, 9404.29.1005, 9404.29.1003, 9404.29.1095, 9404.29.9085, 9404.29.9087, 9404.29.9095, 9401.41.0000, 9401.49.0000, dan 9401.99.9081.

Mendag menjelaskan, Kemendag melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri telah menempuh langkah proaktif selama proses penyelidikan. Berbagai koordinasi intensif dijalankan Kemendag dengan perusahaan Indonesia, kementerian, dan lembaga, dalam menjawab kuesioner awal serta kuesioner tambahan yang disampaikan USDOC. “Kemendag juga telah memfasilitasi verifikasi oleh Otoritas AS pada Februari 2024 di Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI, Budi Santoso, mengungkapkan, hasil akhir penyelidikan sejalan dengan hasil penyelidikan sementara (preliminary determination) yang telah diterbitkan USDOC pada 26 Desember 2023 lalu. Menurutnya, pembelaan bersama olehpemerintah dan eksportir matras Indonesia akhirnya berbuah manis dengan dihentikannya kasus ini tanpa adanya rekomendasi penerapan BMI. Dengan demikian, produk matras Indonesia tetap berdaya saing di pasar AS.

“Selama proses penyelidikan berlangsung, Pemerintah RI, pihak swasta, penasehat hukum (legal counsel), dan perwakilan perdagangan RI di AS secara maksimal mengupayakan pembelaan di bawah koordinasi Direktorat Pengamanan Perdagangan Kemendag RI,” kata Budi.

Ia juga mengatakan, kabar baik hasil akhir penyelidikan antisubsidi untuk produk matras Indonesia menjadi berita baik menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag RI, Natan Kambuno, mengatakan, momentum keberhasilan ini harus dimanfatkan eksportir Indonesia, khususnya untuk meningkatkan performa ekspor matras yang sempat terganggu ke AS.

“Kami berharap eksportir matras Indonesia dapat memanfaatkan momentum baik ini untuk menggenjot ekspornya ke pasar AS,” ujar Natan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor matras Indonesia ke AS dengan kode sistem harmonisasi (HS) 9404.21 dan 9404.29 pada 2023 tercatat sebesar US$303,8 Juta. Selama periode Januari-Mei 2024, Indonesia mencatatkan ekspor untuk produk matras sebesar US$106,8 juta. Nilai ini turun 12,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Natan mengatakan, saat ini Direktorat Pengamanan Perdagangan Kemendag sedang menangani 26 kasus hambatan perdagangan dari 10 negara mitra dagang Indonesia berupa penyelidikan trade remedies. Penyelidikan tersebut terdiri atas 13 penyelidikan antidumping, 8 penyelidikan countervailing duty, 3 penyelidikan safeguard, dan 2 anti-circumvention. “Selain itu, juga terdapat 13 hambatan teknis perdagangan dari 6 negara mitra dagang,” ungkap Natan. (ANG)

Next Post
Blibli Store DeliPark Mall Medan yang menyediakan produk-produk Apple orisinal dengan perlindungan lengkap.

Produk Apple Berstiker Blibli Dapat Gratis 12 Bulan Perlindungan Lengkap

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba