ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Pertamina Bidik Pengembangan Regional Hub CCS untuk Dekarbonisasi Industri

BY El Simamora
Sabtu, 29 Agustus 2026
in Ekonomi
IICCS Forum 2026.

IICCS Forum 2026. (Dok. Pertamina)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk memimpin pengembangan ekosistem penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS serta Carbon Capture, Utilization, and Storage/CCUS) di Indonesia. Langkah strategis ini menjadi bagian utama dari penerapan Dual Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan Ganda) perusahaan guna mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat, sekaligus menyelaraskan dengan agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, menyampaikan bahwa Pertamina melakukan adaptasi dan merespons dinamika geopolitik global, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Saat ini masyarakat dunia berupaya menjaga kelestarian bumi sekaligus memperpanjang siklus hidup bisnis bahan bakar fosil. Melalui Dual Growth Strategy, Pertamina membagi fokus pada dua pilar utama dengan memaksimalkan bisnis utama (legacy business) dan membangun bisnis rendah karbon (low carbon business),” kata Emma saat menyampaikan keynote speech dalam International Indonesia CCS Forum (IICCS Forum) 2026 yang diselenggarakan pada 26-27 Agustus 2026 di Jakarta.

Emma menjelaskan, pilar pertama Dual Growth Strategy Pertamina difokuskan pada penguatan bisnis utama melalui peningkatan produksi dan lifting hulu migas, termasuk penerapan teknologi CCUS atau CO2 EOR untuk peningkatan produksi hulu; pembaruan (revamping) dan peningkatan fleksibilitas enam kilang; transformasi bisnis bahan bakar dan ritel guna mengantisipasi era kendaraan listrik (EV); serta penguatan rantai pasok gas dan perkapalan.

Pilar kedua difokuskan pada pengembangan bisnis rendah karbon untuk memperkuat ketahanan energi dan hilirisasi industri nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita nomor 2 dan 5. Langkah ini mencakup ekspansi bahan bakar hayati (biofuel) seperti biodiesel B50, pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan bioetanol, ekspansi kapasitas panas bumi melalui PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang menguasai hampir sepertiga cadangan nasional, serta pengembangan ekosistem karbon, termasuk CCS/CCUS dan perdagangan karbon.

Emma menuturkan bahwa integrasi bisnis Pertamina memberikan perusahaan peran signifikan di seluruh rantai nilai CCS, mulai dari sumber emisi, penangkapan, pencairan (liquefaction), pengangkutan laut, hingga injeksi penyimpanan dan monetisasi karbon.

Saat ini Pertamina mengidentifikasi sekitar 13 lokasi studi CCS/CCUS yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi, dengan potensi kapasitas penyimpanan CO₂ mencapai 7,3 GigaTon (GT). Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah CCS Hub Asri Basin yang memiliki potensi kapasitas penyimpanan hingga 2,9 GT untuk menampung emisi domestik maupun regional.

“CCS merupakan salah satu kunci utama dekarbonisasi operasional dan perluasan portofolio rendah karbon Pertamina. Untuk menekan biaya unit CCS, kami menerapkan konsep penggunaan infrastruktur bersama (shared infrastructure) melalui regional hub, sehingga para penghasil emisi karbon dapat berbagi sarana penyimpanan,” jelas Emma.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan, pengembangan CCS/CCUS menjadi bagian dari langkah Pertamina membangun bisnis rendah karbon dengan memanfaatkan kapabilitas terintegrasi Pertamina Group dari hulu hingga hilir.

“Dengan potensi penyimpanan karbon yang besar, Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan. Pertamina terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan mitra strategis agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus mendukung target dekarbonisasi,” ujar Baron.

Guna mengakselerasi ekosistem CCS yang bernilai komersial (economically viable), Pertamina menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri, kepastian skema pendanaan proyek (project financing), serta dukungan regulasi, baik regulasi domestik, insentif fiskal, perizinan yang ringkas, maupun keselarasan standar bilateral antarnegara, termasuk sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), untuk mendukung transfer karbon lintas batas. (ANG)

Next Post
Drama Your Honor.

Dulu Cuma Rating 1%, Drama Your Honor Kini Justru Kuasai Netflix Korea

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba