ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Pencapaian Target Nol Kelaparan Mandek, 1 dari 11 Orang Alami Kelaparan

BY El Simamora
Senin, 29 Juli 2024
in Internasional
Laporan PBB menyampaikan bahwa dunia mencatatkan kegagalan yang signifikan dalam mewujudkan target "Nol Kelaparan" pada 2030.

Laporan PBB menyampaikan bahwa dunia mencatatkan kegagalan yang signifikan dalam mewujudkan target "Nol Kelaparan" pada 2030. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Roma – Dunia tidak berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri malanutrisi, karena 733 juta orang atau rata-rata satu dari setiap 11 orang menderita kelaparan pada tahun lalu, demikian diperingatkan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dalam sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (24/7).

Status Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia (The State of Food Security and Nutrition in the World/SOFI) edisi 2024, yang diterbitkan oleh FAO dan empat badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lainnya, memberikan data terbaru perihal gizi dan akses terhadap pangan. Laporan itu menyampaikan bahwa dunia mencatatkan kegagalan yang signifikan dalam mewujudkan target “Nol Kelaparan” (Zero Hunger) PBB pada 2030.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

“Dunia mengalami kemunduran hingga 15 tahun, dengan tingkat kekurangan gizi yang sebanding dengan angka yang tercatat pada 2008-2009,” tulis badan-badan PBB tersebut.

Mereka menekankan bahwa data kelaparan masih tercatat “sangat tinggi selama tiga tahun beruntun (sejak peningkatan tajam pada 2020 saat pandemi Covid-19) seiring dengan semakin dalamnya krisis global.”

Laporan itu mengakui bahwa beberapa kemajuan telah dibuat dalam bidang-bidang tertentu, seperti gangguan pertumbuhan dan perkembangan (stunting) serta pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, namun belum cukup untuk membalikkan tren negatif di bidang-bidang lainnya.

Populasi yang menghadapi kelaparan terus meningkat di Afrika, dari 19,9% pada 2022 menjadi 20,4% pada tahun lalu. Di Asia, yang menjadi rumah bagi lebih dari separuh populasi yang menghadapi kelaparan di seluruh dunia, jumlahnya masih stabil di angka 8,1%. Meskipun data keseluruhan di Amerika Selatan turun dari 6,6% menjadi 6,2%, namun di Karibia angkanya naik menjadi 17,2% dibandingkan 16,6% pada 2022

“Jika tren saat ini terus berlanjut, sekitar 582 juta orang akan mengalami kekurangan gizi kronis pada 2030, (dengan) separuh di antaranya berada di Afrika,” demikian diperingatkan FAO dalam pernyataannya. “Proyeksi ini sangat mirip dengan tingkat yang tercatat pada 2015 saat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) diadopsi, menandakan stagnasi kemajuan yang mengkhawatirkan.”

Kendati demikian, laporan itu juga menyatakan bahwa berbagai peningkatan di banyak negara menunjukkan masih ada peluang untuk membalikkan tren yang terjadi saat ini. Faktor utamanya adalah pembiayaan, bukan hanya jumlahnya tetapi juga pengelolaannya, tutur laporan tersebut, sembari mengemukakan bahwa saat ini tidak ada gambaran yang koheren perihal sumber daya keuangan yang digelontorkan untuk ketahanan pangan dan gizi.

“Melangkah menuju definisi dan pemetaan pembiayaan bersama… oleh karenanya sangat dibutuhkan,” imbuh laporan tersebut.

Mulai diterbitkan sejak 1999, laporan SOFI setiap tahunnya disusun oleh FAO, Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian (International Fund for Agricultural Development/IFAD), Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Antara)

Next Post
Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.

Paus Dijadwalkan Pimpin Misa Agung di GBK, Bakal Dihadiri Kurang Lebih 87.662 Orang

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba