Odeba.id, Jakarta – Paus Fransiskus dijadwalkan akan memimpin misa agung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada kunjungan ke Indonesia pada September 2024. Misa akan dihadiri kurang lebih 87.662 orang. Misa menggunakan stadion utama GBK dengan kuota yang disiapkan 61.982 orang dan stadion madya A untuk 25.680 orang.
“Umat yang akan hadir di GBK mendaftar ke Panitia (saat ini masih proses pendaftaran dan verifikasi data). Panitia akan membagikan gelang kepada umat yang harus dipakai saat memasuki GBK. Warna gelang juga akan menunjukkan tempat duduk mereka,” jelas Panitia Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia, Romo Siswantoko, dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (29/7/2024).
Menjelang kunjungan Paus, Koordinasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia – Timor Leste telah dilakukan Tim Ditjen Bimas Katolik. Koordinasi dihadiri juga pihak Keuskupan Atambua, Keuskupan Agung Kupang, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten di perbatasan seperti Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten TTU.
Sejumlah isu penting yang dibahas antara lain kemungkinan puluhan ribu umat Katolik yang akan melakukan ziarah iman ke Timor Leste jelang kunjungan Paus. Tidak semua warga memiliki paspor tapi punya animo besar untuk melintas ke Timor Leste. Tidak memiliki paspor berpotensi melahirkan para pelintas menggunakan “jalan tikus”. Lebih dari itu, mempertimbangkan jumlah umat yang banyak untuk melintas, sangat dibutuhkan pengamanan dan logistik yang memadai.
Isu lainnya adalah belum terpetakan lembaga mana saja yang punya kewenangan bersinergi melayani umat di perbatasan. Belum lagi pintu utama perlintasan hanya melalui PLBN Motaain, sementara kuota yang diharapkan 10 ribu berpotensi lebih dari itu dan memungkinkan terjadinya penumpukan di hari H.
Berbagai isu ini kemudian dibahas bersama dalam Rapat Koordinasi bersama Kemenkopolhukam di Jakarta, (24/7) lalu. Deputi VI Kesbang Kemenko Polhukam, Janedjri M. Gaffar menegaskan Kementerian dan Lembaga terkait harus ambil bagian merespons isu ini, mengingat animo masyarakat yang ingin menemui Paus Fransiskus sangat besar.
“Animo masyarakat cukup besar. Kita tidak bisa diam begitu saja. Kita harus ambil bagian agar semua dapat berjalan tertib, aman, dan damai. Kami sampaikan terima kasih kepada Dirjen Bimas Katolik Suparman atas koordinasi yang sudah dilakukan,” ucap Janedjri M. Gaffar.
Dia menambahkan, nantinya koordinasi ini akan ditindaklanjuti masing-masing Kementerian/Lembaga untuk selanjutnya dapat dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan. “Rapat koordinasi masih akan berlanjut untuk memastikan semua rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dan layanan umat Katolik yang akan melakukan ziarah iman ke Timor Leste bahkan PNG, dapat terlayani dengan baik,” kata Janedjri.
Dirjen Bimas Katolik, Suparman, yang hadir dalam rapat menjelaskan, pihaknya selain melakukan koordinasi terkait layanan umat Katolik yang akan mengikuti misa agung di Gelora Bung Karno Jakarta, juga telah melakukan pemetaan pergerakan umat di perbatasan NTT – Timor Leste, Papua – PNG, dan Kepulauan Riau – Singapura.
Suparman berharap semua peristiwa agung selama kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dan juga ke Timor Leste dapat diakses umat melalui siaran TVRI atau media komunikasi lainnya. Suparman juga berharap segala hal terkait pengamanan, urusan dokumen perjalanan, hingga akomodasi dapat dikoordinir dengan baik lintas Kementerian/Lembaga. (ANG)






