ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Pacu Industri 4.0, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Dapat Pendampingan

BY El Simamora
Selasa, 16 Juni 2026
in Ekonomi
Logo PIDI 4.0.

Logo PIDI 4.0. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional terus dipacu. Ini sebagai langkah strategis Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Upaya strategis tersebut dijalankan melalui berbagai program pendampingan implementasi industri 4.0 yang terintegrasi melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi industri nasional agar mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan lanskap bisnis global. Karena itu, pembangunan ekosistem industri 4.0 harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi industri manufaktur Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. Untuk itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat implementasi industri 4.0 di Indonesia,” kata Menperin dalam keterangannya resminya, Selasa (16/6/2026).

Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan Kick Off Meeting Pendampingan Transformasi Digital 2026 (Multi Sektor). Program ini merupakan bagian dari optimalisasi fungsi PIDI 4.0, khususnya melalui pilar Delivery Center yang memberikan pendampingan komprehensif kepada perusahaan manufaktur dalam menyusun strategi transformasi digital.

Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai tahapan, mulai dari penilaian tingkat kesiapan transformasi digital melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), identifikasi area prioritas perbaikan, hingga penyusunan roadmap transformasi digital yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing perusahaan.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa penerapan lima pilar INDI 4.0 secara konsisten akan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing produknya.

“Pendampingan penyusunan roadmap transformasi digital yang dilakukan melalui PIDI 4.0 diarahkan untuk memperkuat aspek manajemen, organisasi, teknologi, hingga operasional perusahaan. Dengan demikian, industri dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing secara berkelanjutan,” kata Doddy.

Pada tahun 2026, Kemenperin menetapkan dua perusahaan sebagai penerima fasilitasi pendampingan transformasi digital setelah melalui proses seleksi bersama Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP), Direktorat Kimia Hulu, serta Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri (OPTIKJI). Kedua perusahaan tersebut adalah PT DIC Astra Chemical yang bergerak di sektor kimia hulu dan PT Garuda Metal Utama yang bergerak di sektor komponen otomotif.

Dengan penambahan dua perusahaan tersebut, jumlah perusahaan yang telah memperoleh pendampingan transformasi digital melalui PIDI 4.0 sejak tahun 2023 mencapai 15 perusahaan dari berbagai subsektor industri manufaktur.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri (Pusdiklat SDM Industri) Ronggolawe Sahuri berharap, hasil pendampingan tidak berhenti pada penyusunan roadmap, tetapi dapat berlanjut pada implementasi proyek transformasi digital yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

“Kami berharap setelah proses pendampingan ini, perusahaan dapat merealisasikan pilot project transformasi digital yang berangkat dari tantangan utama atau pain point yang dihadapi. Implementasi tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara signifikan,” kata Ronggolawe.

Melalui penguatan peran PIDI 4.0 sebagai pusat transformasi digital industri nasional, Kemenperin optimistis semakin banyak perusahaan manufaktur yang mampu mengadopsi teknologi industri 4.0 secara efektif sehingga dapat meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. (ANG)

Next Post
Ilustrasi wisatawan.

Pengunjung Pekan Kesenian Bali 2026 Ditargetkan Tembus 1,6 Juta

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba