ODEBA.id, Medan – Banyak bursa saham di Asia yang ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan terjadi ditengah minimnya sentimen ekonomi di kawasan Asia. IHSG juga ditutup melemah tipis 0,03% di level 6.234,497. Dan selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG ditransaksikan dalam rentang 6.212 hingga 6.273. Sejumlah emiten yang turut mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan ini diantaranya adalah BBCA, BBRI, BMRI, TINS, INDY hingga ASII.
Sejumlah data ekonomi tanah air tidak mampu menolong kinerja IHSG yang parkir di zona merah. Pada dasarnya ada beberapa data penting yang dirilis berkinerja positif. Seperti data manufaktur (PMI) tanah air yang mengalami ekspansi di level 50.2, dan tekanan inflasi melandai pada bulan Juli dengan merealisasikan deflasi sebesar 0,14%.
Data positif tersebut dicederai oleh laporan BI mengenai cadangan devisa yang turun sebanyak US$11 miliar, serta data neraca perdagangan yang masih membukukan defisit sebanyak US$450 juta. Bagi pelaku pasar, penurunan cadangan devisa memunculkan dugaan kuat bahwa tekanan rupiah begitu besar, sehingga membutuhkan intervensi Bank Indonesia untuk meredamnya.
Beruntung mata uang rupiah masih mampu menguat pada penutupan perdagangan. Rupiah ditutup di level 17.980 per US Dolar. Meski demikian rupiah sempat melemah dan ditransaksikan dikisaran level 18.000 per US Dolar.
Disisi lain harga emas dunia ditransaksikan stabil di level US$4.051 per ons troy, atau masih disekitaran harga Rp2,35 juta per gram. (ANG)






