ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Kolom

Nasib dan Dampak Rupiah Setelah Tembus 16.000

BY El Simamora
Minggu, 14 April 2024
in Kolom
Ilustrasi rupiah.

Ilustrasi rupiah. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Selama libur panjang Idulfitri, pasar keuangan di Tanah Air memang tengah memasuki musim liburan. Namun dari hasil pemantauan kinerja pasar keuangan di luar, mata uang rupiah terlihat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan angkanya berada di level 16.000. Begitupun, harga tersebut belum mencerminkan sisi permintaan dan persediaan atau transaksi yang terjadi di pasar uang Tanah Air. Karena pasar keuangan masih libur.

Jadi harga 16.000 itu masih mengindikasikan bahwa ada potensi rupiah bisa melemah. Akan tetapi bisa saja nantinya rupiah justru bergerak dibawahnya, atau justru berada di bawah tekanan dolar AS. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya, telah mendorong peningkatan imbal hasil US Treasury 10 tahun di atas 4,5%.

BacaJuga

Bulan Rosario Umat Katolik: Paus Leo XIV Serukan Doa untuk Perdamaian

Guru, Mengajar (lah) dengan Cinta

Hari Bumi dan Harapan pada Ekoteologi

Dimana inflasi inti AS kembali naik menjadi 3,8% di bulan Maret (yoy), atau lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya di level 3,7%. Sementara itu, laju tekanan inflasi secara keseluruhan naik menjadi 3,5% yoy, lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya 3,4%. Laju tekanan inflasi AS masih dibawah harapan Bank Sentral, ditambah lagi dengan sektor ketenagakerjaan AS yang justru membaik belakangan ini.

Ditambah lagi The Fed atau Bank Sentral AS sejauh ini membutuhkan laju inflasi yang benar-benar menuju ke angka 2%. Namun realisasi inflasi AS di pekan kemarin menunjukan bahwa The Fed belum sepenuhnya mendapatkan sinyal penurunan inflasi yang ditunggu. The Fed kian jauh dari kemungkinan pemangkasan bunga acuan dalam waktu dekat.

Sementara itu, kinerja mata uang rupiah yang melemah sangat berpeluang memberikan tekanan pada sejumlah komoditas energi dan pangan yang menjadi kebutuhan di Tanah Air. Di situasi ini memang tidak menguntungkan, meksipun juga yakin Pemerintah akan melakukan upaya maksimal untuk memperbaiki keadaan. Meskipun bukan perkara mudah karena stabilisasi mata uang rupiah juga membutuhkan partisipasi negara mitra dagang Tanah Air dalam menyerap komoditas ekspor.

Memburuknya kinerja ekonomi di negara mitra dagang RI telah membuat surplus neraca dagang RI menyusut. Ditambah lagi ekspektasi pemangkasan bunga acuan menjadi sangat tidak jelas belakangan ini seiring dengan realisasi inflasi yang tak kunjung bergerak sesuai ekspektasi. Jika rupiah melemah dalam waktu yang lama, pelemahan tersebut akan menyeret kenaikan harga kebutuhan pangan, potensi kenaikan tarif listrik hingga penyesuaian kebijakan subsidi BBM maupun gas lainnya.

Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi dan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatra Utara. Saat ini juga aktif mengajar di Fakultas Ekonomi UISU.

Next Post
Ilustrasi.

RINDU AKU

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba