ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Sosok

Mengenal Kintaro Hattori, Pendiri Seiko Jam Tangan Terbaik Asal Jepang

BY El Simamora
Selasa, 10 September 2024
in Sosok
Ilustrasi jam Seiko.

Ilustrasi jam Seiko. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Medan – Kintaro Hattori merupakan pendiri perusahaan jam tangan Seiko asal Jepang. Ia merupakan pembuat jam tangan pertama di Jepang. Kintaro Hattori berhasil membuat perusahaan Seiko menjadi pembuat jam tangan terbaik di Jepang dan menjadi perusahaan jam terkemuka di dunia. Bagaimana kisahnya?

Pendiri Seiko Kintaro Hattori dilahirkan pada tanggal 21 November 1860 di Kyobashi, Jepang. Ia dilahirkan dari keluarga pedagang yang cukup mapan di Kyobashi.

BacaJuga

Mengenal Opposite Spiker Jepang Kento Miyaura

Lukita Maxwell, Bintang Film Backrooms Berdarah Indonesia

Kisah 7 Alumni Perempuan Poltekpar yang Sukses Berkarya

Melansir laman Biografiku.com, di usia 13 tahun, Kintaro sudah berkenalan dengan Kobayashi Denjiro, seorang pedagang jam ternama di Jepang kala itu. Ia kemudian mulai tertarik pada jam yang kala itu jam yang diproduksi kebanyakan merupakan jam saku. Adapun jam tangan belum ditemukan di Jepang.

Kintaro kemudian kerja magang di toko jam bernama Kamaeda. Ia pun memperolah banyak pengalaman mengenai jam. Ini kemudian menjadi modal besar baginya untuk membuat jam sendiri.

Mendirikan Pabrik Jam Seikosha

Saat baru berusia 21 tahun, Kintaro Hattori kemudian membuka toko jam bernama K. Hattori di distrik Kyobashi Tokyo. Di tokonya, ia membuat dan juga memperbaiki jam saku. Di usia 31 tahun, Kintaro Hattori kemudian bekerja sama dengan seorang insinyur bernama Tsuruhiko Yoshikawa untuk mendirikan pabrik jam tangan Seikosha tahun 1892.

Pabrik jam yang bernama Seikosha ini yang kemudian menjadi cikal bakal Seiko. Setelah beberapa tahun memproduksi jam dinding berkualitas tinggi, Seikosha milik Kintaro merilis jam saku pertamanya yang disebut Timekeeper tahun 1895.

Casing jam saku ini terbuat dari perang dan dibuat di Jepang. Namun untuk mesinnya, Kintaro mengimpornya dari Swiss. Kintaro memili nama Inggris “Timekeeper” karena ia menyadari bahwa nama seperti itu akan memperluas pemasaran produk jamnya di masa depan.

Kintaro Hattori dengan cepat menyadari bahwa popularitas jam tangan akan berkembang dengan pesat mengalahkan jam saku. Ia memperkirakan bahwa permintaan akan jam tangan akan segera melampaui permintaan untuk jam saku.

Pada tahun 1913, Seikosha milik Kintaro merilis jam tangan bernama Laurel. Jam tangan ini memiliki casing perak dengan diameter 29,6 mm dengan mesin jam berasal dari Swiss. Komponen impor membuat produksi jam milik Kintaro menjadi lambat.

Seikosha hanya bisa memproduksi jam tangan hingga 50 buah jam perhari. Kemudian pada tahun 1910, Seikosha milik Kintaro Hattori berhasil membuat mesin jam sendiri mulai dari pegas keseimbangan hingga dial jam tangan.

Pada tahun 1923, Gempa besar Kanto melanda Jepang pada tahun 1923. Gempa ini kemudian menghancurkan pabrik jam Seikosha serta menghentikan produksi jam tangan. Walaupun pabriknya hancur, Kintaro Hattori tidak menyerah. Ia kemudian membangun kembali pabrik yang hancur itu, terlepas dari biaya yang besar.

Sejarah Berdirinya Seiko

Selanjutnya produksi jam tangan dilanjutkan dengan nama merek baru yakni Seiko. Adapun Toko K. Hattori & Co. di pusat kota Ginza juga dibangun kembali pada tahun 1932. Toko ini dibangun bersamaan dengan dibangunnya menara jam yang menjadi simbolnya.

Menara tersebut masih menjadi berdiri di Ginza hingga hari ini. Satu tahun kemudian pasca gempa bumi, Kintaro Hattori memperkenalkan ke jam tangan pertama dengan nama “Seiko”. Nama “Seiko” merupakan singkatan dari “Seikosha”. Dengan menggunakan nama Jepang, Kintaro hattori mulai percaya diri untuk kualitas produk-produknya yang akan ia jual.

Kala itu masyarakat Jepang percaya bahwa produk buatan barat memiliki kualitas yang unggul. Namun pendiri Seiko ini terus meyakinkan masyarakat bahwa jam tangan buatannya adalah salah satu yang terbaik. Jam Seiko pertama ini casingnya terbuat dari bahan nikel.

Jam Seiko pertama ini memiliki subdial detik kecil. Subdial kecil ini menjadi standar jam seiko yang diproduksi hingga 1950. Jam ini menjadi jam tangan Jepang pertama dengan jarum detik di tengah. Namun jam ini juga menjadi jam terakhir yang dibuat oleh Kintaro Hattori. Pendiri Seiko ini meninggal dunia pada tahun 1934 pada usia 73 tahun.

Merilis Seiko Marvel dan Grand Seiko

Pasca kematian Kintaro Hattori, perusahaan Seiko terus memproduksi jam merk Seiko. Tahun 1956, Seiko kemudian merilis jam tangan bernama Seiko Marvel. Jam ini 100 persen dibuat melalui pengembangan dan inovasi dari Seiko.

Pada tahun 1960, Seiko kemudian meluncurkan jam tangan Grand Seiko. Jam tangan ini menjadi jam tangan terbaik yang diciptakan Seiko dalam hal hal akurasi waktu dan presisi. Jam ini terbuat dari casing emas dengan diameter 34,9 mm. Jam tangan Grand Seiko ini memiliki sertifikasi dengan standar yang ditetapkan Seiko.

Pencatat Waktu Resmi untuk Olimpiade

Tahun 1964, Seiko kemudian meluncurkan jam tangan chronograf yakni Seiko Crown. Jam ini juga menjadi jam chronograph pertama di jepang. Selanjutnya Seiko menjadi pencatat waktu resmi pada Olimpiade 1964 di jepang. Pada tahun berikutnya mereka kemudian meluncurkan Seiko Automatic, Jam tangan penyelam pertama buatan Jepang. Jam ini tahan air hingga kedalaman 150 meter. Dirancang mampu menahan tekanan air yang tinggi.

Tahun 1969, Seiko meluncurkan jam Seiko Speedtimer sebuah jam tangan chronograf olahraga. Jam ini dilengkapi dengan tanggal otomatis. Mereka juga meluncurkan Seiko Quartz Astron, sebuah Jam tangan kuarsa pertama di dunia. 100 kali lebih akurat daripada jam tangan lainnya.

Inovasi Jam Tangan Digital dan Khusus Penyelam

Pada tahun 70-an, Seiko memperkenalkan jam tangan digital. Jam ini pertama kali dipasarkan pada Oktober 1973. Dan dua tahun setelahnya, Seiko meluncurkan jam tangan digital pertama di dunia dengan kronograf dan juga jam tangan khusus penyelam berbahan titanium.

Tahun 80-an, Seiko banyak melakukan inovasi pada pengembangan jam digital. Mereka memperkenalkan jam tangan tv pertama di dunia serta jam tangan yang mampu merekam suara. Selain itu, mereka juga merilis tangan pertama di dunia dengan fungsi komputer.

Pada masa itu mereka juga mengembangkan jam tangan automatic tanpa penggantian baterai dan merilis jam tangan penyelam dengan bahan keramik.

Awal tahun 90-an, Seiko merilis jam penyelam digital yang mampu menghitung kedalaman dalam menyelam. Seiko juga terus menjadi pengatur waktu resmi untuk olimpiade serta kejuaraan dunia.

Selanjutnya, perusahaan Seiko pun terus melakukan inovasi dan pengembangan teknologi jam tangan buatan mereka. Mereka terus memproduksi jam tangan dengan fitur baru disertai kualitas yang terjamin, khususnya dalam hal ketahanan jam. (ANG)

Next Post
Bea Cukai Belawan maksimalkan layanan importasi barang pindahan (personal effect) dari luar negeri milik mahasiswa.

Bea Cukai Belawan Maksimalkan Layanan Barang Pindahan Mahasiswa

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba