ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Manulangi Tulang

BY El Simamora
Jumat, 8 Maret 2024
in TRAVEL BUDAYA
Manulangi

Ilustrasi manulangi. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Medan – Manulangi Tulang merupakan suatu istilah yang berasal dari suku Batak Toba. Istilah ini sangat umum didengar di kalangan masyarakat Batak yang notabene kental akan budaya dan adat istiadat. Terdiri dari dua kata, istilah ini tidak boleh dipandang sebelah mata sebab merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat batak.

Pertama, Manulangi. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya, “menyuap” atau “memberi makan”. Sedangkan Tulang artinya, “paman” atau “om”. Jadi, manulangi tulang bisa diartikan “memberi makanan kepada paman”. Manulangi Tulang juga sering disebut “Parmisi Tu Tulang” atau “Patio Baba Ni Mual”.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Nah, mengapa harus Manulangi Tulang? Dilansir dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, Manulangi Tulang ini sendiri berkaitan erat dengan suatu pelaksanaan pernikahan. Zaman dulu, ada budaya dari suku Batak, dimana anak perempuan dari tulang yang sudah dewasa akan ditawarkan dan ditunangkan kepada “bere”-nya (ponakan). Namun, budaya tersebut sudah tidak ada lagi. Ternyata ketika seseorang sudah menjadi pemuda dan berencana untuk menikah namun tidak dengan paribannya (putri Tulang/putri saudara laki-laki dari ibunya) melainkan dengan putri orang lain (marga lain) maka terlebih dahulu orang tua si pemuda membawa pemuda tersebut ke rumah Tulang. Dan dia wajib melaksanakan hal tersebut sebelum menikah.

Siapa Saja yang Menghadirinya?

Acara parmisi tu Tulang biasanya dihadiri oleh keluarga inti yakni si Pemuda dengan kedua orang tuanya, bapa tua, bapa uda dan namborunya. Pariban (sepupu) ibu si pemuda datangnya bisa dari kedua belah pihak yakni dari rombongan  keluarga si pemuda (menemani paribannya) dan undangan dari hula-hula.

Bagaimana Prosedurnya?

1. Pemuda dan orang tua Pasahat Tudu-tudu Sipanganon

Si pemuda didampingi oleh bapak dan ibunya membawa tudu-tudu sipanganon (makanan) ke hadapan Tulang dan Nantulangnya.

2. Tulang Pasahat Dengke

Pemberian makanan dari Tulang sebagai balasan dari makanan yang didapatnya.

3. Marhata si Gabe-gabe (Pemberian Doa Restu)

Setelah selesai makan maka di lanjutkan dengan acara inti, biasanya pihak Tulang akan menanyakan sintuhu ni indahan masak dohot lompan na tabo (maksud dan tujuan kedatangan terutama karena membawa makanan).

Tulang dalam adat Batak memang memiliki beberapa peran yang sangat penting dalam peradatan suku Batak. Oleh karena itu setiap bere (ponakan) dari Tulang harus menghormati Tulangnya. Namun pada era belakangan ini keberadaan Tulang cenderung tidak begitu dipentingkan oleh sebahagian orang terlebih setelah berumah tangga/kawin dengan perempuan bukan anak Tulangnya. (EL)

Next Post
Rokok Ilegal Temuan Bea Cukai Kudus

Bea Cukai Kudus Temukan 240.000 Batang Rokok Ilegal dalam Bus Menuju Sumatra

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba