ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Hiburan

LSF Bakal Gencar Kampanye Nonton Film Sesuai Umur

Target Datangi 80 Kota Sosialisasi Sensor Mandiri

BY El Simamora
Selasa, 4 Juni 2024
in Hiburan
Ilustrasi pembuatan film

Ilustrasi pembuatan film. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia (RI) akan gencar sosialisasi kepada masyarakat umum terkait budaya sensor mandiri berdasarkan klasifikasi usia saat menonton film.

Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto, mengatakan, literasi dan edukasi menjadi rencana yang digaungkan LSF untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menonton film sesuai umur.

BacaJuga

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Drama Thriller ‘The Perfect Lie’ Tayang 30 Oktober, Intip Teaser Terbarunya

KGMA 2026 Music Day: Dari Liz IVE, ATEEZ, hingga RIIZE Siapkan Aksi Spesial

“Program dan rencana LSF di 2024, ada sekitar 80 kota yang akan didatangi untuk melakukan sosialisasi budaya sensor mandiri, intinya ini adalah literasi masyarakat agar masyarakat dapat memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usianya,” ujar Rommy, Senin (3/6/2024).

Rencana tersebut merujuk pada polemik masyarakat Indonesia yang masih menonton film tidak sesuai dengan klasifikasi yang telah ditetapkan, seperti mengajak anak kecil menyaksikan film untuk Remaja dan Dewasa di bioskop.

Ketidaksesuaian itu pun seringkali memunculkan masalah, mulai dari ketidaknyamanan saat menonton hingga dampak negatif bagi penonton yang menyaksikan film tidak sesuai usianya.

Rommy menjelaskan, bentuk sosialisasi tersebut akan dilakukan dengan cara berdiskusi bersama setiap lapisan masyarakat melalui pendekatan kultural alih-alih menerapkan aturan ketat dan sanksi.

“Pertama yang harus dipahami adalah inikan kerja-kerja budaya, kerja edukasi atau peningkatan literasi itu pendekatannya adalah kultural,” kata Rommy.

“Tidak bisa struktural apalagi pendekatannya kekerasan atas nama disiplin kemudian diketatin, itu sudah enggak kontekstual untuk zaman sekarang,” lanjutnya.

“Kerja kultural itu maksudnya kita harus selalu menyampaikan literasi tentang menonton film ini kepada masyarakat, harus selalu disampaikan, sampai di titik tertentu mereka memiliki kesadaran. Jadi kesadarannya itu sudah terbangun secara otomatis,” kata Rommy.

“Kerja kultural” tersebut dijabarkan Rommy dengan cara mengundang berbagai pihak dari masyarakat umum, mulai dari mahasiswa, guru dan dosen, hingga komunitas penggemar film dan ibu-ibu.

Rommy juga mengklaim LSF dan pihak bioskop melalui Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) telah bekerja sama melakukan kampanye budaya sensor mandiri agar penonton bijak memilih film sesuai dengan klasifikasi usianya.

“LSF sudah dua tahun bekerja sama dengan GPBSI untuk melakukan kampanye juga, bioskop itu sebenarnya sudah melakukan kampanye, promosi, untuk sosialisasi budaya sensor mandiri untuk pencegahannya, bioskop sudah melakukan hal itu bekerja sama dengan LSF,” kata Rommy.

Kampanye budaya sensor mandiri dalam bioskop merujuk pada jargon “tonton sesuai umur” dalam area bioskop, klasifikasi usia yang tertera saat membeli tiket, iklan layanan masyarakat terkait klasifikasi usia, hingga surat lolos sensor yang juga ditayangkan sebelum film dimulai. (CNN)

Next Post
Poster film 'Tuhan, Izinkan Aku Berdosa'.

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Sudah Gaet 509.354 Penonton

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba