Odeba.id, Medan – Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa telah tayang di bioskop selama 12 hari. Film ini berkisah tentang perang batin akibat pelecahan yang diterimanya dari seorang manusia yang dikenal alim. Lalu, 12 hari menyapa penikmat film, berapakah penonton yang sudah digaet Tuhan Izinkan Aku Berdosa?
Dilansir dari Instagram official @mvppictures_id, Senin (3/6/2024), Tuhan Izinkan Aku Berdosa berhasil mengumpulkan jumlah penonton sebanyak 509.354 orang.
“Terimakasih kepada 509.354 orang yang sudah ikut menghujat oknum dosen bermuka dua yang bernama Tomo. Penasaran dengan kelakuan bejat Tomo? Saksikan Tuhan Izinkan Aku Berdosa di bioskop sekarang!,” tulis @mvppictures_id.
Disutradarai Hanung Bramantyo, produser film Raam Punjabi, serta penulis Ifan Ismail, dan rumah produksi film MVP Pictures, dan Dapur Film, Tuhan Izinkan Aku Berdosa telah lulus sensor 17 plus.
Film ini dibintangi oleh Aghniny Haque sebagai Kiran, Donny Damara, Djenar Maesa Ayu, Andri Mashadi, Samo Rafael, Nugie, dan Ridwan Raoull sebagai Abu Darda.
Sinopsis
Kiran (Aghniny Haque) merupakan seorang mahasiswai yang berasal dari keluarga miskin di desanya, namun Kiran taat beragama, pintar dan juga kritis pada kemunafikan, yang terjebak dalam kelompok agama garis keras pimpinan Abu Darda (Ridwan Raoull).
Abu Darda meminta jamaahnya mengabdikan dirinya pada jalan Allah melalui jihad yang sangat keras. Alih-alih Kiran mendapatkan hidayah, dirinya justru mendapatkan coaab yang berat dan bertubi-tubi.
Berawal dari Kiran yang diminta untuk menjadi istri keempat dari Abu Darda yang merupakan pimpinan jamaah, merasa bertolak belakang dengan prinsipnya, Kiran menolaknya, hal ini membuat dirinya justru dituduh telah menebarkan fitnah kepada sang Imam hingga mendapat ancaman fisik.
Orang tua Kiran yang berada di desa juga menuduhnya sebagai anak yang kebablasan karena telah berani melawan ulama, hingga puncaknya dirinya mendapatkan pelecahan seksual dari dosen pemimbinya sendiri serta teman kuliah yang dikenal alim dan taat beragama.
Merasa tak sanggup lagi, Kiran menggugat TuhanNya, merasa pengabdiannya justru dibalas dengan ujian yang teramat berat. Kiranpun menjadikan tubuhnya sebagai martir untuk mengungkap kemunafikan manusia yang sok suci.
Sejak saat itu, Kiran mengabdikan dirinya pada kegelapan dunia demi mengungkap manusia-manusia munafik yang banyak menipu umat dengan janji-janji palsunya, hingga membuat orang seperti ibunya jatuh kedalam kepercayaan buta. (ANG)






