ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Laba Bersih Bank DBS Indonesia Melonjak 87,83% di 2023

BY El Simamora
Kamis, 28 Maret 2024
in Ekonomi
Gedung Bank DBS Indonesia

Gedung Bank DBS Indonesia. (Dok. DBS)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – PT Bank DBS Indonesia mencetak laba bersih Rp1,69 triliun di tahun 2023, melonjak 87,83% secara tahunan (yoy) dari Rp899,65 miliar di tahun 2022.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan, Bank DBS Indonesia berhasil meningkatkan efisiensi perusahaan dan volume bisnis secara keseluruhan meskipun tahun 2023 dipenuhi tantangan mulai dari faktor geopolitik hingga kebijakan finansial.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Hal ini ditunjang oleh pengambilan langkah-langkah strategis yang tepat untuk mengembangkan berbagai produk dan layanan serta mencerminkan keputusan investasi strategis bank dan responsivitas terhadap dinamika pasar,” kata Lim dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Lim menambahkan bahwa DBS Indonesia berkomitmen untuk menjaga kesehatan likuiditasnya termasuk memantau arah dan proyeksi kebijakan suku bunga.

Perseroan mencatat adanya kinerja keuangan yang kuat dari DBS Indonesia serta manajemen aset dan modal yang efisien sepanjang tahun 2023, ditunjukkan dari peningkatan return on equity (ROE) menjadi 15,94% dari 9,94% di tahun 2022 serta return on assets (ROA) menjadi 2,06% dari 1,21% di tahun sebelumnya.

Pendapatan bunga bersih DBS Indonesia meningkat 21,74% menjadi Rp5,06 triliun, sejalan dengan peningkatan net interest margin (NIM) sebesar 79 basis poin menjadi 6,02% dibandingkan tahun 2022 sebesar 5,23%.

Pendapatan operasional lainnya juga mengalami kenaikan sebesar 54,79% pada tahun 2023, mencapai Rp1,76 triliun dibandingkan dengan Rp1,14 triliun pada tahun sebelumnya.

Menurut perseroan, pertumbuhan pendapatan operasional terutama didorong oleh kenaikan pendapatan dari aktivitas investasi efek dan obligasi pemerintah, yang meningkat menjadi Rp1 triliun di tahun 2023.

Sementara dari sisi aset, DBS Indonesia mencatatkan total aset sebesar Rp112,97 triliun atau naik signifikan sebesar 13,79% dibanding tahun 2022.

Pertumbuhan aset terutama didorong oleh peningkatan obligasi pemerintah yang dimiliki sebesar 82,15% menjadi Rp27,56 triliun serta peningkatan pinjaman yang diberikan sebesar 14,98% menjadi Rp63,44 triliun di tahun 2023.

Simpanan nasabah (DPK) DBS Indonesia juga tercatat melonjak menjadi Rp84,27 triliun di tahun 2023. Angka tersebut naik sebesar 16,64%, dari yang sebelumnya Rp72,25 triliun di tahun 2022.

Perseroan mencatat pertumbuhan kredit yang baik di tahun 2023, baik segmen korporasi maupun ritel. Kredit korporasi DBS Indonesia ditopang oleh kredit berbasis keberlanjutan dengan total Rp6,10 triliun atau naik dari Rp1,12 triliun di tahun 2022.

Sementara untuk segmen ritel, kredit unit consumer banking group (CBG) memberikan kontribusi sebesar 18% terhadap total penyaluran kredit serta 47% terhadap total penghimpunan dana DBS Indonesia. Kredit unit CBG ini tercatat meningkat sebesar 24% dari tahun 2022.

Perseroan juga menyampaikan bahwa kinerja positif DBS Indonesia telah memberikan pertumbuhan modal organik yang sehat. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan capital adequacy ratio (CAR) menjadi 25,16% dari tahun lalu yang hanya sebesar 23,58%.

Pencapaian tersebut, catat perseroan, jauh di atas ketentuan minimum sesuai profil risiko DBS Indonesia, yaitu sebesar sebesar 10% di samping buffer yang wajib disediakan sebesar 2,5%. (Antara)

Next Post
'The Minions' Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya

Terkait Keputusan Pensiun Marcus, PBSI akan Panggil The Minions

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba