ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Kontributor Utama Ekonomi RI, Strategi Ekspor dan Daya Saing Industri Manufaktur Diperkuat

BY El Simamora
Kamis, 7 Mei 2026
in Ekonomi
Ilustrasi aktivitas industri.

Ilustrasi industri sektor Manufaktur. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Kinerja industri manufaktur nasional terus menunjukkan tren positif dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada Triwulan I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara year on year (yoy), dengan sektor industri pengolahan tetap mendominasi struktur perekonomian nasional dengan kontribusi 19,07% terhadap produk domestik bruto (PDB). Capaian ini tidak terlepas dari arah kebijakan pemerintah yang konsisten pro-industri.

Pada Triwulan I-2026, sektor industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan 5,04% (yoy) dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dengan kontribusi sebesar 1,03%, tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya seperti perdagangan, pertanian, maupun konstruksi. Hal ini menegaskan bahwa industri manufaktur tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan kontributor utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% pada periode tersebut.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan, capaian ini mencerminkan ketahanan sektor manufaktur yang terus terjaga di tengah dinamika global. “Kinerja industri manufaktur tetap solid karena adanya permintaan yang meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini menegaskan bahwa manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Menperin, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Pertumbuhan sektor manufaktur sejalan dengan indikator kepercayaan industri yang tetap berada pada zona ekspansi sepanjang Triwulan I 2026. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2026 tercatat sebesar 54,12, Februari 2026 sebesar 54,02, dan Maret 2026 sebesar 51,86, yang seluruhnya berada di atas level 50 atau menunjukkan fase ekspansi.

Selain itu, kondisi tersebut juga konsisten dengan Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada triwulan I 2026, IKBM berada pada level 51,37 atau dalam zona ekspansi, yang mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha saat ini maupun prospeknya ke depan.

Menperin menjelaskan, indikator IKBM menggambarkan persepsi pelaku industri terhadap aktivitas bisnisnya, yang meliputi komponen pesanan, produksi, tenaga kerja, waktu pengiriman, serta persediaan bahan baku. “Nilai IKBM sebesar 51,37 berarti di atas 50 menunjukkan bahwa mayoritas pelaku industri berada dalam fase ekspansi, baik dari sisi produksi maupun permintaan,” jelasnya.

Adapun pertumbuhan industri pengolahan pada Triwulan I-2026 ditopang oleh sejumlah subsektor unggulan. Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,04%, antara lain karena meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, peningkatan produksi beras, serta permintaan ekspor CPO dan CPKO.

Sementara itu, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh sebesar 10,35%, seiring meningkatnya permintaan global terhadap komponen elektronik dan baterai.

Selain itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatat pertumbuhan sebesar 7,41%, didukung oleh peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

Menperin menegaskan, pemerintah terus mengupayakan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur, termasuk melalui pemberian stimulus dan insentif yang tepat sasaran serta kebijakan perlindungan industri dan pekerjanya.

“Kita terus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku industri di lapangan dan merumuskan langkah-langkah solutif. Kebijakan stimulus dan insentif menjadi penting agar pertumbuhan manufaktur dapat berjalan lebih cepat, berkualitas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Agus menyoroti pentingnya strategi peningkatan rasio ekspor manufaktur terhadap serapan pasar domestik. Ia menjelaskan bahwa struktur industri Indonesia saat ini masih didominasi oleh pasar dalam negeri, dimana sekitar 80% output manufaktur diserap domestik dan sekitar 20% diekspor.

“Kita ingin meningkatkan kontribusi ekspor tanpa mengurangi porsi domestik. Artinya, perlindungan terhadap pasar dalam negeri tetap dijaga, namun kita juga harus meningkatkan ekspansi produk manufaktur lebih besar ke pasar global sehingga mampu meningkatkan utilitas produksi dan penyerapan tenaga kerja lebih besar lagi,” tegasnya.

Kementerian Perindustrian optimistis, dengan kinerja yang tetap ekspansif serta dukungan kebijakan yang adaptif, sektor manufaktur akan terus menjadi pilar utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (ANG)

Next Post
Ilustrasi baja.

Tekan Impor, Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 Miliar di Subang

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba