ODEBA.id, Medan – Harga minyak mentah dunia sempat alami penurunan hingga ke level US$84 per barel untuk jenis WTI saat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun sikap Iran tersebut hanya belangsung sesaat sebagai respon sikap AS yang dinilai Iran tetap memblokade Selat Hormuz. Ketegangan kembali pecah seiring dengan langkah Iran yang kembali menutup selat hormuz. Bahkan sempat memicu serangan terhadap kapal Niaga milik India.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah kabar menyebut bahwa Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan pihak AS. Dan sejauh ini pasar masih merespon negatif tensi geopolitik yang berkembang belakangan ini. Harga minyak mentah dunia kembali naik, dimana untuk jenis WTI ditransaksikan dikisaran level US$88,5 per barel dan jenis Brent naik dikisaran level US$94,7 per barel.
Pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas berada di zona hijau. IHSG pada awal pekan ini turut dibuka menguat di level 7.663, meskipun kerap ditransaksikan di zona merah sejauh ini. Namun kinerja mata uang rupiah yang menguat dikisaran 17.165 per dolar AS berpeluang menjadi katalis positif bagi IHSG. “Penguatan bursa saham di Asia juga turut berpeluang mendorong penguatan pada bursa saham di tanah air,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Senin (20/4/2026).
Selain itu harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.800 per ons troy, atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari jumat pekan lalu. Harga emas sendiri bahkan sempat berada dikisaran US$4.830 di akhir pekan kemarin saat harga minyak alami penurunan tajam. Namun saat ini kondisinya berbalik arah. Harga emas saat ini ditransaksikan sekitar Rp2,66 juta/gram. (ANG)






