ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

Industri Fesyen Muslim Nasional Mampu Bersaing di Pasar Global

BY El Simamora
Jumat, 13 Maret 2026
in Ekonomi
Pergelaran Busana dan Seni Islam Asia pada dan Seni Islam pada 25-25 Januari 2025.

Pergelaran Busana dan Seni Islam Asia pada dan Seni Islam pada 25-25 Januari 2025. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Perkembangan jumlah umat muslim di dunia turut memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan pasar industri fesyen muslim, atau yang juga dikenal dengan modest fashion. Derasnya arus informasi di media sosial juga membuat tren penggunaan produk modest fashion kini menjadi lebih inklusif dan tidak hanya terbatas pada penggunaan oleh umat muslim saja.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, pertumbuhan konsumsi produk fesyen muslim dunia terus meningkat. Hal ini berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, pada tahun 2023 konsumsi fashion muslim dunia mencapai USD327 Miliar dan diproyeksikan meningkat sebesar US$433 miliar pada tahun 2028.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar dan harus berkembang sehingga mampu membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai produsen sekaligus pusat tren modest fashion dunia,” jelas Menperin, dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Potensi industri modest fashion dalam negeri di pasar dunia juga menunjukkan capaian yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara anggota Organization Islamic Cooperation (OIC) pada tahun 2023 mencapai US$990 juta.

“Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 83% jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya mencapai US$540 juta, dan hal ini membuat Indonesia menjadi negara tujuh tertinggi ekspor ke negara OIC,” ungkap Menperin.

Meskipun demikian, negara yang melakukan ekspor produk fesyen ke negara-negara anggota OIC masih didominasi oleh negara China, Turki dan India. “Ini menjadi tugas semua stakeholder untuk meningkatkan peran Indonesia dalam pasar fesyen muslim dunia,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi industri fesyen yang sangat besar, baik sebagai pasar maupun sebagai produsen.

“Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain utama industri modest fashion global dengan sektor industri yang padat karya,” ujarnya.

Merujuk data BPS, pada tahun 2024 jumlah industri kecil pakaian jadi berjumlah 594.000 dengan tenaga kerja mencapai 1,2 juta pekerja. “Modest fashion kini telah berkembang menjadi tren busana global yang tidak hanya diminati oleh masyarakat muslim, tetapi juga berbagai kalangan lintas budaya dan gaya hidup,” tutur Reni.

Menurutnya, konsep modest fashion terus berevolusi menjadi lebih inklusif, tanpa memandang agama, etnis, maupun preferensi individu. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat modest fashion dunia, didukung oleh kreativitas desainer lokal, kekayaan budaya, serta keberagaman bahan tekstil berkualitas tinggi yang menjadi identitas bangsa.

“Potensi tersebut turut diperkuat oleh capaian Indonesia, yang berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025 berhasil menduduki peringkat pertama dalam ekosistem lokal yang mendukung perkembangan industri modest fashion,” ungkap Reni.

Kolaborasi Pengembangan

Sejalan dengan implementasi kewajiban sertifikasi halal nasional, lanjut Reni, mulai Oktober 2026 pemberlakuan sertifikasi halal salah satunya untuk produk barang gunaan, termasuk produk fesyen dan modest fashion, menjadi momentum strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Kebijakan ini tidak hanya memberikan jaminan kualitas, keamanan, serta kepercayaan konsumen, tetapi juga menciptakan nilai tambah (added value) bagi produk modest fashion Indonesia di pasar global,” ungkapnya.

Indonesia sebagai negara yang secara komprehensif menerapkan sertifikasi halal pada produk barang gunaan, dapat memberikan diferensiasi dan keunggulan kompetitif dibandingkan produk dari negara lain. Sehingga dengan adanya standar halal yang terjamin dan terintegrasi, produk modest fashion Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar ekspor, khususnya negara-negara dengan populasi muslim besar maupun pasar global yang semakin mengedepankan aspek ethical fashion, keberlanjutan, dan traceability produk.

“Melalui sinergi kebijakan industri, inovasi desain, serta penerapan sertifikasi halal sebagai standar mutu global, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat modest fashion dunia sekaligus meningkatkan kontribusi industri fesyen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspor nonmigas,” papar Dirjen IKMA.

Reni menegaskan pentingnya kolaborasi antar stakeholder pengembangan industri fesyen muslim. “Perkembangan industri modest fashion tidak lepas dari peran berbagai pihak. Untuk itu, kami mengajak seluruh stakeholder baik asosiasi, industri tekstil, pelaku usaha, desainer, akademisi, influencer, marketplace hingga konsumen untuk dapat mewujudkan industri modest fashion yang berkelanjutan dan berdaya saing,” jelasnya.

Reni juga menyampaikan dukungan dan apresiasinya kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) serta seluruh pihak lainnya yang terlibat dalam komitmen pengembangan modest fashion di Indonesia melalui penyelenggaraan event Ramadan Runway, yang telah berlangsung secara konsisten hingga kini telah memasuki tahun ke-14. “Saya optimis keterlibatan dan keikutsertaan berbagai pihak akan memperkuat ekosistem modest fashion nasional,” imbuhnya.

Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Budi Setiawan, menuturkan bila momentum Bulan Suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan refleksi spiritual tetapi juga menjadi momentum penggerak ekonomi kreatif dan industri fesyen nasional.

“Diharapkan acara ini mampu menjadi ruang ekspresi kreatif bagi para desainer, pelaku industri kreatif, serta pecinta modest fashion untuk menampilkan karya terbaik sekaligus menginspirasi gaya berbusana yang santun, berkarakter, dan tetap mengikuti perkembangan tren modern,” kata Budi. (ANG)

Next Post
Rosé BLACKPINK.

Rosé BLACKPINK Resmi Ditunjuk sebagai Brand Ambassador Global Terbaru Levi's

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba