ODEBA.id, Medan – Setelah rilis data PDB China yang mengalami perlambatan, kinerja mayoritas bursa di Asia tetap mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan hari ini. IHSG juga ikut ditutup menguat 0.61% di level 7.140,474. IHSG sempat mengalami tekanan dan melemah ke level 7.079. Namun tekanannya hanya berlangsung sesaat. Tekanan pada IHSG lebih dikarenakan oleh sentimen negatif dari China meskipun tidak memberikan tekanan pada bursa saham secara keseluruhan.
Disisi lain, mata uang rupiah yang sempat melemah di sesi perdagangan pagi juga mampu mengurangi kerugiannya di sesi penutupan perdagangan. Rupiah yang pada sesi perdagangan pagi sempat melemah hingga ke level 16.280 per dolar AS, berbalik dan ditutup melemah di level 16.255. Tekanan terhadap rupiah terjadi saat US Dolar relatif menguat terhadap mata uang di dunia.
“Namun, pasar keuangan Asia yang relatif tidak begitu banyak mengalami tekanan membuat rupiah mampu melawan dominasi US Dolar selama sesi perdagangan berlangsung. Terlebih US Dolar terpantau alami pelemahan terhadap sejumlah mata uang di Asia seperti Dolar Singapura, Dolar Hong Kong, Won Korea dan Rupe India,” jelas analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Selasa (15/7/2025).
Secara keseluruhan, kata Gunawan, pelaku pasar masih mentolerir perlambatan ekonomi China, karena masih lebih baik dari ekspektasi sebelumnya. Pelaku pasar selanjutnya menanti rilis data ekonomi penting dari AS (inflasi) yang akan menjadi motor penggerak pasar selanjutnya.
Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan sedikit menguat di level US$3.362 per troy ons atau sekitar Rp1,76 juta per gram. (EL)






