ODEBA.id, Medan – Dalam sepekan kedepan, pasar tidak akan banyak dibanjiri oleh agenda ekonomi. Dari Tanah Air, data Neraca Perdagangan akan menjadi data pembuka di awal pekan ini. Data neraca dagang diproyeksikan akan kembali mengalami surplus, yang berpeluang menjadi kabar baik bagi pasar keuangan di Tanah Air. Selanjutnya, pelaku pasar menanti kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu mendatang.
Kinerja mayoritas bursa di Asia pada perdagangan pagi ini berada di zona hijau. IHSG turut dibuka menguat di level 6.450. Pasar keuangan di Asia mendapatkan dorongan positif dari kebijakan Bank Sentral China (PBoC) yang tetap mempertahankan bunga pinjaman di level 3,1%. Membaiknya sentimen di pasar di Asia, menjadi kabar positif bagi mata uang rupiah yang ditransaksikan menguat di level 16.800 per dolar AS. Penguatan rupiah juga terjadi disaat imbal hasil US Treasury mengalami kenaikan.
Data ekonomi di awal pekan ini menjadi angin segar di awal sesi perdagangan. Walaupun pelaku pasar terus dibayangi kebijakan kenaikan tarif AS yang cenderung berubah-ubah. “Pelaku pasar juga terus mencermati dampak perang dagang antara AS dengan sejumlah negara mitra dagang utama AS sebelumnya. Dampak dari perang dagang tersebut juga tengah memicu kekuatiran pada kinerja ekspor di tanah air, yang sejauh ini ekspor diproyeksikan turun,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Senin (21/4/2025).
Data neraca perdagangan akan menjadi gambaran awal bagaimana kemungkinan kinerja ekspor di Tanah Air setelah kebijakan kenaikan tarif oleh Presiden Trump ke Indonesia. Dan rilis data neraca dagang di tanah air pada bulan Maret tentunya belum sepenuhnya mendapatkan tekanan dari kenaikan tarif impor AS.
Disisi lain, harga emas kembali cetak rekor di level US$3.381/troy ons, Atau sekitar US$1,83 juta/gram. (ANG)






