ODEBA.id, Medan – Terseret arus pelemahan burs a saham di Asia, IHSG pada akhirnya terpaksa menyerah dan ditutup turun 0,96% di level 7.939,767. Selama sesi perdagangan berlangsung IHSG ditransaksikan di dua zona, dalam rentang 7.932 hingga 8.098. Level support psikologis IHSG di angka 8.000 pada akhirnya ditembus dan membentuk sinyal tren turun pada IHSG.
Sejumlah saham yang turut memicu terjadinya koreksi pada IHSG diantaranya adalah ANTM, INCO, BBRI, TINS hingga ASII.
Disisi lainnya kinerja mata uang rupiah justru bergerak berbeda dengan IHSG. Rupiah ditutup menguat tipis di level 16.850 per US dolar. “Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini tidak banyak membantu IHSG yang justru sempat menguat tajam di awal sesi pembukaan,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Selasa (3/3/2026).
Selanjutnya harga emas dunia ditransaksikan turun tajam di kisaran harga US$5.080 per troy ons, atau Rp2,76 juta per gramnya.
Kabar terkini di pasar terkait dengan kemungkinan dialog antara AS dengan Iran memicu koreksi harga emas sementara waktu.
“Pelaku pasar masih akan terus mencermati perkembangan konflik di timur tengah sebagai rujukan investasi selanjutnya. Sejauh ini perang diproyeksikan masih akan berlangsung hingga beberapa pekan kedepan. Sehingga volatilitas pada pasar keuangan maupun pasar komoditas masih berpeluang terjadi,” kata Gunawan. (ANG)






