ODEBA.id, Medan – Harga minyak mentah dunia bergerak turun dikisaran level US$88 per barel untuk jenis WTI, dan sekitar US$92 per barel untuk jenis Brent. Harga minyak dunia alami penurunan setelah sempat menyentuh US$113 per barel pada perdagangan sebelumnya. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kemungkinan perang dengan Iran akan segera berakhir, memicu penurunan harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, harga emas terpantau alami kenaikan merespon pernyataan tersebut. Pada perdagangan hari ini harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$5.133 per troy ins, atau berada dikisaran harga Rp2,8 juta per gramnya.
“Harga emas relatif tidak memiliki pergerakan yang signifikan belakangan ini. Setelah muncul ancaman stagflasi seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia sebelumnya,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Selasa (10/3/2026).
Spekulasi kemungkinan ditundanya pemangkasan bunga acuan mulai mereda. Meskipun pasar masih mewanti-wanti kemungkinan memburuknya eskalasi perang antara Iran dengan AS/Israel.
Sementara itu, mata uang rupiah pada perdagangan pagi ini ditransaksikan menguat ke level 16.860 per US Dolar. Sejumlah indikator keuangan AS menunjukan adanya pelemahan.
Seperti kinerja USD Index yang melemah ke kisaran level 98.73, yang turut diikuti dengan memburuknya imbal hasil US Treasury 10 tahun ke kisaran level 4.113%. Dua indikator tersebut memberi peluang bagi Rupiah pada hari ini.
Disisi lain kinerja IHSG dibuka menguat di level 7.443 pada sesi pembukaan perdagangan, jelang rilis data penjualan ritel tanah air.
“Meskipun ada agenda ekonomi penting, fokus pelaku pasar akan tertuju pada dinamika yang terjadi di timur tengah. Pasar keuangan di Tanah Air berpeluang mengikuti pergerakan kinerja mayoritas pasar keuangan di kawasan Asia,” kata Gunawan. (ANG)






