ODEBA.id, Medan – Samsung Electronics membeberkan rahasia engineering di balik pengembangan lini smartphone lipat (foldable) Galaxy Z Series generasi terbaru. Berbekal pengalaman selama tujuh generasi, pabrikan asal Korea Selatan ini menegaskan bahwa inovasi foldable bukan sekadar mengubah bentuk (form factor), melainkan merancang ulang seluruh komponen perangkat sebagai satu kesatuan sistem yang saling terhubung.
Executive Vice President and Senior Executive of Mobile R&D Office – Hardware, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, Sunghoon Moon, menjelaskan bahwa masukan dari pengguna selama bertahun-tahun menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pengembangan produk.
“Sejak awal, kami melihat foldable bukan hanya sebagai form factor baru, tetapi sebagai cara baru bagi pengguna dalam berinteraksi dengan smartphone. Tiga prioritas utama kami adalah menghadirkan layar yang lebih luas, desain yang lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan durabilitas, serta performa flagship,” ujar Moon, dalam wawancara tertulis, Kamis (30/7/2026).
Adopsi Flex Titanium dan Baterai 5.000mAh
Untuk mencapai desain yang lebih tipis dan ringan tanpa mengurangi ketahanan perangkat, Samsung memperkenalkan teknologi Flex Titanium. Material ini digunakan untuk merancang ulang struktur penyangga yang melindungi panel ultra-thin OLED.
Penggunaan Flex Titanium berhasil memperkuat struktur layar sekaligus memangkas ketebalan modul display hingga 10 persen. Ruang ekstra yang tercipta dari efisiensi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas baterai, sistem pendingin, dan kamera.
Di sektor daya, Samsung mengadopsi teknologi silicon-carbon anode guna meningkatkan kerapatan energi (energy density). Efisiensi ruang internal ini memungkinkan varian tertinggi, Galaxy Z Fold8 Ultra, dibekali baterai berkapasitas 5.000mAh.
“Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 menggunakan dual-path charging architecture yang mendistribusikan daya secara lebih efisien dan mengelola suhu perangkat dengan lebih baik. Teknologi ini mendukung 45W Super Fast Charging, yang mampu mengisi daya Galaxy Z Fold8 Ultra hingga 67 persen dalam waktu sekitar 30 menit,” kata Moon.
Uji Ketahanan Lebih dari 100 Tahap
Mengenai ketahanan perangkat, Samsung memastikan seluruh lini Galaxy Z Series terbaru telah melewati pengujian ketat sebelum dilepas ke pasaran.
Perangkat harus melalui lebih dari 100 jenis uji keandalan (reliability test), yang mencakup uji jatuh, simulasi lipat berulang, tekanan fisik, ketahanan terhadap kelembapan, hingga paparan debu.
“Bagi kami, durabilitas bukan hanya soal desain, tetapi juga harus dibuktikan melalui pengujian. Kami menguji keseluruhan sistem foldable dalam berbagai kondisi yang mencerminkan penggunaan sehari-hari untuk memastikan perangkat dapat diandalkan dalam jangka panjang,” pungkas Moon. (ANG)






