ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Digelar di Lintasan Ekstrem Arjuno-Welirang, MANTRA116 Uji Ketahanan Fisik dan Mental

BY El Simamora
Kamis, 2 Juli 2026
in TRAVEL BUDAYA
MANTRA116.

MANTRA116. (Dok. MANTRA116)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Di tengah meningkatnya popularitas olahraga lari dan tren sport tourism di Indonesia, MANTRA116 kembali hadir sebagai salah satu ajang trail run yang memadukan tantangan olahraga dengan pesona wisata alam pegunungan. Digelar di kawasan Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, event ini mengajak peserta menjelajahi pegunungan yang kaya akan keanekaragaman hayati, sejarah, dan keunikan geologis. Sepanjang lintasan, pelari akan melintasi hutan pegunungan, jalur berbatu, punggungan terbuka, hingga kawasan vulkanik yang menjadi ciri khas Gunung Welirang. Tak hanya menjadi arena kompetisi, MANTRA116 juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wisata alam Jawa Timur kepada peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Perpaduan antara olahraga dan pariwisata inilah yang menjadikan MANTRA116 sejalan dengan upaya pengembangan sport tourism yang terus didorong oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui berbagai event berbasis alam dan olahraga. Berikut ini sederet fakta dari penyelenggaraan MANTRA116 yang perlu kamu tahu dilansir dari laman Kemenpar.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Melintasi Dua Gunung Ikonik di Jawa Timur

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraannya, MANTRA116 akan kembali digelar pada 3 hingga 5 Juli 2026 di Kaliandra Resort, yang berada di lereng Gunung Arjuno, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ajang ini menandai satu dekade perjalanan MANTRA116 sebagai salah satu event trail run paling bergengsi di Indonesia.

MANTRA116 merupakan ajang trail run yang diinisiasi oleh komunitas Malang Trail Runners (MANTRA Runners), komunitas pelari yang dikenal aktif mengembangkan budaya trail running di Jawa Timur. Seiring meningkatnya popularitas sport tourism di Indonesia, event ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkenalkan destinasi wisata berbasis alam dan olahraga kepada khalayak yang lebih luas. Kolaborasi antara komunitas pelari, masyarakat lokal, dan sektor pariwisata inilah yang membuat MANTRA116 berkembang tidak hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai ajang promosi kawasan Arjuno-Welirang.

Terbagi 6 Kategori Perlombaan yang Menantang

Tahun ini, MANTRA116 menghadirkan enam kategori perlombaan, yakni 10K, 17K, 34K, 38K, 68K, dan 116K. Masing-masing kategori menawarkan karakter lintasan yang berbeda, mulai dari tanjakan terjal, perubahan suhu siang dan malam, hingga waktu tempuh yang bisa berlangsung lebih dari satu hari. Ajang ini tak hanya menguji kekuatan fisik dan mental, tetapi juga memberi kesempatan menikmati panorama pegunungan Arjuno-Welirang dari berbagai sudut jalur.

Kategori 10K dimulai dari Kaliandra Resort pada pukul 07.00 WIB dengan rute menuju Jendela Langit dan Gubug Galena sebelum kembali finish di titik awal. Sementara kategori 17K menempuh jalur yang lebih panjang melalui Jendela Langit, Gubug Galena, Putuk Elang, dan Taman Safari sebelum kembali ke Kaliandra Resort. Kedua kategori ini memiliki Cut of Time (COT) selama lima jam atau hingga pukul 12.00 WIB.

Pada kategori 34K, perlombaan dimulai pukul 22.00 WIB dengan lintasan yang melewati Pondok Welirang, Taman Dewa, Sadelan, Puncak Arjuno, Candi Sepilar, hingga Putuk Elang sebelum kembali finish di Kaliandra Resort. Kategori ini memiliki COT selama 15 jam dan ditutup pada pukul 13.00 WIB.

Kategori 38K dimulai pada pukul 23.00 WIB dengan rute melalui Sadelan, Pondok Welirang, Putuk Lembu, Putuk Elang, dan Taman Safari sebelum kembali finis di Kaliandra Resort. Sama seperti kategori 34K, kategori ini memiliki COT selama 15 jam dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Untuk kategori 68K, start dilakukan pada pukul 23.59 WIB dari Kaliandra Resort menuju Pondok Welirang, Sadelan, Puncak Arjuno, Bukit Kuneer, Wonosari, Tambak Watu, Candi Sepilar, Putuk Elang, lalu kembali finis di titik awal. Jalur ini menuntut daya tahan lebih panjang dengan kombinasi lintasan gunung dan hutan.

Sementara kategori paling ekstrem, yakni 116K, juga dimulai pada pukul 23.59 WIB dengan lintasan lebih panjang melalui Pondok Welirang, Sadelan, Cangar, Puncak Arjuno, Bukit Kuneer, UB Forest, Wonosari, Tambak Watu, Candi Sepilar, hingga Putuk Elang sebelum kembali finis di Kaliandra Resort. Dengan COT selama 33 jam, kategori ini menjadi tantangan utama yang menguji stamina, strategi, dan mental para pelari ultra trail.

MANTRA116 Diakui Secara Internasional

Ajang trail run yang digelar di kawasan Arjuno-Welirang ini tidak hanya dikenal di kalangan komunitas pelari nasional, tetapi juga telah terdaftar secara resmi di International Trail Running Association (ITRA). Dalam laman resmi ITRA, MANTRA116 tercantum dengan enam kategori lomba, mulai dari 10K hingga 116K, lengkap dengan detail jarak, elevasi, batas waktu, serta poin ITRA yang dapat diperoleh peserta. Organisasi ini sendiri mengklasifikasikan event trail running di berbagai negara berdasarkan karakter lintasan, total elevasi, dan standar penyelenggaraan.

Kehadiran MANTRA116 dalam kalender resmi ITRA menjadi bukti bahwa event ini telah memenuhi standar yang diakui komunitas trail running global, sehingga hasil lomba para peserta tercatat dalam basis data internasional. Status ini memberi nilai tambah bagi pelari, karena capaian mereka tidak hanya diakui sebagai hasil kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari rekam jejak resmi yang dapat digunakan sebagai referensi untuk mengikuti berbagai ajang trail run lain di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, MANTRA116 juga telah masuk dalam skema UTMB Index, yang membuat hasil lomba peserta dapat menjadi pijakan penting untuk membuka peluang mengikuti event-event dalam jaringan UTMB World Series.

4.000 Pelari Siap Adu Kekuatan Menaklukkan Jalur Ekstrem

Memasuki edisi ke-10, MANTRA116 tahun ini mencatat lonjakan partisipasi yang cukup signifikan. Jika pada penyelenggaraan 2025 jumlah peserta tercatat sekitar 2.700 pelari, maka pada 2026 angka itu meningkat menjadi 4.000 pelari. Kenaikan lebih dari seribu peserta ini menjadi sinyal kuat bahwa MANTRA116 semakin mendapat tempat di hati komunitas trail running, baik dari kalangan pelari nasional maupun internasional. Momentum satu dekade ini menjadi penanda bahwa MANTRA116 bukan lagi sekadar event komunitas, tetapi telah berkembang menjadi salah satu agenda trail run besar di Indonesia.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, MANTRA116 konsisten menghadirkan tantangan khas lintasan Arjuno-Welirang dengan medan pegunungan, tanjakan panjang, jalur teknikal, serta perubahan cuaca yang kerap menjadi ujian bagi para peserta. Karakter lintasan yang keras inilah yang membuat MANTRA116 memiliki daya tarik tersendiri bagi pelari gunung, baik yang ingin menguji batas kemampuan maupun menikmati pengalaman berlari di jalur vulkanik yang khas. Memasuki satu dekade penyelenggaraannya, event ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan kualitas lintasan tetap menjadi daya tarik utama bagi komunitas trail running.

Beri Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Sekitar

Berdasarkan capaian MANTRA116 di tahun 2025, dampak ekonomi yang dihasilkan terbukti dirasakan langsung oleh berbagai sektor usaha di sekitar lokasi event. Jasa penginapan seperti hotel dan homestay lokal mencatat peningkatan okupansi seiring kedatangan peserta serta pengunjung dari berbagai daerah. Sektor transportasi lokal pun ikut bergerak, mulai dari layanan antar-jemput, sewa kendaraan, hingga ojek wisata. Di sisi lain, jasa hiburan, kesenian, dan rekreasi turut memperoleh peluang lebih besar berkat meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat selama event berlangsung.

Keterlibatan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga menjadi bukti konkret bagaimana MANTRA116 mampu membuka ruang ekonomi yang luas bagi masyarakat. Kehadiran 20 tenant UMKM dalam MANTRA116 di tahun 2025 juga menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi lokal, dengan menyajikan beragam produk kuliner khas serta kerajinan tangan unggulan daerah. Kehadiran mereka mendapat respons positif, terlihat dari antusiasme peserta dan pengunjung yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli berbagai produk yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa MANTRA116 bukan sekadar panggung olahraga, melainkan juga menjadi wadah promosi dan transaksi yang efektif bagi pelaku usaha kecil di kawasan sekitar.

Melihat dampak tersebut, penyelenggaraan MANTRA116 di tahun 2026 diharapkan mampu menghadirkan peningkatan yang lebih signifikan, baik dari sisi jumlah peserta maupun nilai transaksi ekonomi yang tercipta. Dengan popularitas event yang terus tumbuh dan daya tarik sport tourism yang semakin kuat, peluang bagi sektor penginapan, transportasi, hiburan, hingga UMKM diperkirakan akan semakin besar. Harapannya, capaian ekonomi di tahun 2026 bisa melampaui angka Rp7,3 miliar yang tercatat pada MANTRA116 di tahun 2025, sekaligus memperkuat posisi event ini sebagai salah satu ajang trail run yang mampu memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Yuk! Jelajahi Destinasi Wisata Menarik di Sekitar Arjuno-Welirang

Rekreasi Seru di Wisata Agro Lembah Kecubung

Bagi para peserta MANTRA116 yang datang bersama keluarga, Wisata Agro Lembah Kecubung bisa menjadi pilihan tempat singgah yang menarik untuk mengisi waktu sebelum atau sesudah race. Lokasinya berada di Dusun Sendang, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, masih berada di kawasan pegunungan yang berdekatan dengan lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Meski secara geografis lebih dekat ke kaki Gunung Penanggungan, kawasan ini tetap menjadi bagian dari lanskap wisata pegunungan Trawas yang terhubung dengan jalur menuju Arjuno-Welirang. Dari pusat Kota Mojokerto, waktu tempuh menuju lokasi berkisar antara 45 hingga 60 menit, sedangkan dari area Trawas hanya sekitar 10 sampai 15 menit.

Wisata ini cocok untuk keluarga karena mengusung konsep agrowisata yang santai, edukatif, dan ramah anak. Menariknya, pengunjung yang ingin masuk ke Lembah Kecubung tidak perlu membayar tiket masuk sama sekali. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp6.000 untuk mobil dan Rp3.000 untuk sepeda motor. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Selama berada di sana, pengunjung bisa menikmati beragam aktivitas seperti memetik sayur organik, bermain water tubing, terapi ikan, memberi makan bebek, hingga mencicipi aneka kuliner berbahan organik. Dengan udara pegunungan yang sejuk, tempat ini terasa pas untuk bersantai sambil memulihkan tenaga setelah menaklukkan jalur MANTRA116.

Keunikan Lembah Kecubung terletak pada konsep wisatanya yang memadukan rekreasi keluarga dengan nuansa ekowisata. Di area ini terdapat beberapa sumber mata air alami yang dimanfaatkan sebagai area petirtaan dan terapi kaki, lengkap dengan kolam-kolam kecil berbatu yang memberi sensasi relaksasi alami. Panorama sawah, kebun, dan latar pegunungan hijau membuat suasananya terasa lebih tenang dan membumi. Bagi keluarga peserta MANTRA116, tempat ini bisa menjadi alternatif wisata yang sederhana namun berkesan, terutama bagi yang ingin menikmati sisi lain kawasan pegunungan Arjuno-Welirang tanpa harus menempuh jalur ekstrem.

Melepas Penat di Air Terjun Kakek Bodo

Terletak di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Air Terjun Kakek Bodo menjadi salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di lereng Gunung Welirang. Dari pusat Kota Pasuruan, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam dengan akses jalan yang relatif mudah dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat. Berada di kawasan dataran tinggi dengan udara yang sejuk, tempat ini menawarkan panorama hutan yang masih alami serta suasana tenang yang cocok untuk melepas penat setelah aktivitas fisik yang padat.

Air Terjun Kakek Bodo dikenal sebagai salah satu destinasi wisata legendaris di Pasuruan dengan ketinggian sekitar 40 meter. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB pada hari biasa dan hingga 17.00 WIB saat akhir pekan. Untuk masuk ke kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tiket sekitar Rp15.000 pada hari biasa dan Rp20.000 saat akhir pekan, belum termasuk biaya parkir kendaraan. Daya tarik utamanya terletak pada aliran air yang deras, tebing-tebing hijau yang mengelilingi area air terjun, serta suasana segar khas pegunungan yang membuat tempat ini terasa berbeda dari wisata alam pada umumnya.

Selain menikmati panorama air terjun, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti trekking ringan menyusuri jalur setapak, bermain air di kolam alami, bersantai di gazebo, hingga berfoto di area bebatuan yang dikelilingi pepohonan rindang. Bagi peserta MANTRA116, Air Terjun Kakek Bodo bisa menjadi salah satu destinasi wisata alternatif untuk mengisi waktu luang selama berada di Pasuruan. Perpaduan antara udara pegunungan, gemericik air, dan suasana alam yang masih terjaga menjadikan tempat ini pilihan tepat untuk menikmati sisi lain kawasan Prigen di luar jalur lomba.

Menikmati Keindahan Pantai Lekok Saat Senja

Buat peserta MANTRA116 yang ingin cari suasana berbeda setelah berjibaku di jalur Arjuno-Welirang, Pantai Lekok bisa jadi pilihan menarik untuk healing singkat. Pantai ini berada di kawasan Pengaletan, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, di pesisir utara Jawa Timur. Dari pusat Kota Pasuruan, jaraknya sekitar 18 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 35-40 menit, sementara dari Kaliandra Resort lokasi utama MANTRA116, perjalanan menuju Pantai Lekok bisa ditempuh sekitar 1 jam. Jarak yang masih cukup dekat ini membuat Pantai Lekok cocok dijadikan destinasi tambahan bagi peserta maupun wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Pasuruan selain pegunungan.

Pantai Lekok punya suasana yang cenderung tenang dengan hamparan pasir kecokelatan, deretan perahu nelayan, dan pemandangan laut yang cocok untuk menikmati matahari terbit maupun terbenam. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan harga tiket masuk sekitar Rp7.500 per orang. Untuk parkir kendaraan, pengunjung dikenakan tarif Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil, sehingga masih cukup ramah di kantong untuk wisata singkat.

Selain menikmati pemandangan, ada banyak aktivitas santai yang bisa dilakukan di Pantai Lekok, mulai dari berjalan di bibir pantai, berburu ikan segar di area pelelangan, menikmati kuliner seafood di warung sekitar, hingga sekadar duduk santai sambil melihat aktivitas nelayan yang hilir mudik. Buat para pelari MANTRA116, Pantai Lekok bisa jadi tempat recovery yang pas untuk meredakan lelah setelah lomba, sekaligus menikmati kombinasi wisata gunung dan pantai dalam satu perjalanan di Pasuruan. Kombinasi ini membuat pengalaman datang ke MANTRA116 terasa lebih lengkap, bukan hanya soal lomba, tapi juga eksplorasi destinasi wisata sekitar.

Itulah beberapa informasi menarik tentang penyelenggaraan MANTRA116 2026 yang akan berlangsung pada 3-5 Juli 2026 dan juga wisata menarik di sekitar Gunung Arjuno-Welirang yang bisa kamu kunjungi. (ANG)

Next Post
Line-Up pembalap untuk Kejuaraan Dunia MotoGP musim 2027.

Line-Up Pembalap MotoGP 2027 Resmi Dirilis, Ini Daftar Lengkapnya

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba