Odeba.id, Medan – Sehari menjelang Ramadan atau H-1, harga sejumlah kebutuhan pokok yang sudah bertahan mahal, berlanjut mengalami kenaikan. Tomat yang pada akhir pekan kemarin sempat berada dikisaran Rp15.000 hingga Rp28.000/kg, pada hari ini mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp25.000/kg. Cabai merah yang pada akhir pekan kemarin berada dikisaran Rp60.000-an/kg mendadak naik hingga menyentuh Rp85.000/kg.
Untuk harga cabai merah sendiri di pasar terpantau bergerak dalam rentang Rp70.000 hingga Rp85.000/kg. Meskipun untuk harga Rp70.000 memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan harga Rp85.000-an/kg. Selain cabai merah, harga cabai rawit juga terpantau mengalami kenaikan dikisaran Rp45.000 hingga Rp50.000/kg.
Sementara untuk harga daging sapi, dari pedagang besar mengalami kenaikan sekitar Rp2.000-an/kg. Namun di tingkat pedagang pengecer harga daging sapi relatif tidak banyak mengalami perubahan. Harga daging sapi masih ditransaksikan dalam rentang angka Rp120.000 hingga Rp135.000/kg.
“Kalau ada temuan kenaikan harga saya pikir ini sifatnya relatif dan sementara. Kenaikan beberapa komoditas khususnya pangan hortikultura ini terjadi karena hari minggu petani tidak banyak melakukan aktivitas di ladang. Sehingga wajar harga mengalami kenaikan. Sementara itu, ekspektasi awal ramadhan jatuh pada hari senin juga membuat pasokan sejumlah pangan hortikultura menjadi berkurang, padahal sisi permintaan masih tinggi di awal pekan ini,” kata Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Senin (11/4/2024).
Sementara itu, sejumlah harga pangan lainnya terpantau bergerak stabil. Harga daging ayam masih dijual dalam kisaran Rp36.000 hingga Rp40.000/kg. Demand atau permintaan terpantau mengalami peningkatan dalam dua hari terakhir, sekalipun harga daging ayam terbilang sangat mahal. Telur ayam juga masih stabil setelah sempat naik di bulan Februari.
Harga minyak goreng curah dan gula pasir juga masih terpantau stabil. Minyak greng curah dijual dikisaran Rp16.000 hingga Rp17.000/kg, dan gula pasir berada di kisaran Rp18.000/kg-nya. Sementara itu, harga beras juga terpantau bergerak stabil. Meskipun dari hasil pengamatan di lapangan, harga gabah kembali mengalami kenaikan di kisaran Rp6.300/kg untuk gabah kering panen (GKP).
Gunawan yang juga pengamat ekonomi mengungkapkan, Pemerintah harus mewanti-wanti kemungkinan terjadinya kenaikan harga beras kedepan. Musim panen yang sesaat lagi akan dilewati, nyatanya tidak membuat harga gabah di Sumut turun ke kisaran Rp5.000/kg. Kunci untuk meredam potensi kenaikan harga dalam jangka pendek ada di Bulog. Jika Bulog stok CBP (Cadangan Beras Pemerintah) Bulog masih sekitar 20.000 ton per bulan.
“Saya menilai angka tersebut masih jauh dari kata cukup untuk meredam harga, Setidaknya kita butuh 30.000 ton per bulan atau sekitar 100.000 ton tambahan stok dalam satu tahun kedepan,” kata Gunawan. (ANG)






