ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

BI Rate Ditahan di Level 6,25%

BY El Simamora
Rabu, 22 Mei 2024
in Ekonomi
Kantor Pusat Bank Indonesia.

Kantor Pusat Bank Indonesia. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 21 dan 22 Mei 2024 memutuskan untuk menahan BI rate di level 6,25%, suku bunga deposit facility juga tetap di level 5,5% dan suku bunga lending facility tetap 7%.

“Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5+1% pada 2024,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, Rabu (22/5/2024).

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

Sebelumnya, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Ryan Kiryanto memprediksi suku bunga acuan BI siang hari ini akan tetap bertahan di level 6,25%. Sebab menurutnya tekanan global seperti isu geopolitik sudah mulai mereda.

“Sepertinya BI akan mempertahankan BI Rate tetap di 6,25%. Demikian juga dengan Lending Facility Rate dan Deposit Facility Rate. Meredanya tekanan eksternal terhadap rupiah dan terkendalinya ekspektasi inflasi ke depan tetap dalam koridor 1,5-3,5% menjadi dasar pertimbangan utama (BI rate tidak berubah),” kata Ryan.

Di sisi lain, Ryan mengatakan penahanan suku bunga acuan BI juga didorong dengan kondisi geopolitik yang tidak mendukung bank sentral melonggarkan kebijakannya. Termasuk bank sentral AS, The Fed, yang sering jadi acuan negara lain juga masih menunda penurunan suku bunganya.

Selain itu, menurutnya kinerja perbankan dalam negeri yang cukup baik di selama sebulan terakhir (meski suku bunga acuan berada di level 6,25%) juga menjadi alasan lain untuk menahan BI Rate hingga sebulan ke depan. Artinya kecil kemungkinan BI akan menurunkan suku bunga acuannya hari ini.

“Selain itu, The Fed yang belum akan menurunkan Fed rate tetap di 5,25-5,50% dalam jangka pendek ini atau setidaknya hingga akhir tahun ini. Sektor keuangan, khususnya perbankan, juga tetap menunjukkan kinerja yang terjaga dengan baik pada level BI Rate 6,25%,” tambahnya.

Belum lagi dengan menahan BI Rate di level 6,25%, bank sentral RI ini dinilai bisa sedikit melonggarkan operasi moneter mereka di pasar uang dalam negeri. Kondisi ini juga dinilai bisa menghemat devisa negara, sehingga bisa digunakan untuk keperluan lain.

Senada, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan BI-rate di level 6,25%. Membaiknya konflik geopolitik juga menjadi alasan penahanan BI rate bulan ini.

“Dari sisi global, kondisi pasar keuangan di bulan Mei mulai menunjukkan perbaikan, didukung oleh meredanya kekhawatiran akan konflik geopolitik di Timur Tengah dan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, terutama tren penurunan inflasi AS,” kata Josua.

Selain itu, rupiah yang cenderung menguat sebesar 1,47% mtd (month to date) dan tingkat inflasi Indonesia pada April 2024 kemarin yang mulai menurun menjadi alasan lain mempertahankan BI Rate di 6,25%.

Karena berbagai faktor, Josua berpendapat BI hanya akan menurunkan BI-rate setelah The Fed mulai menurunkan suku bunga kebijakannya yang diperkirakan baru akan terjadi pada Desember 2024 mendatang.

“Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI-rate di level saat ini, di 6,25% hingga akhir 2024. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga akan terbuka pada tahun 2025,” pungkasnya. (dtf)

Next Post
Kantor BTPN.

Direstui OJK, BTPN Resmi Jadi Bank Kustodian

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba