ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

BEI Ungkap 3 Skenario Perpanjangan Jam Perdagangan Saham

BY El Simamora
Kamis, 19 Juni 2025
in Ekonomi
Ilustrasi perdagangan saham.

Ilustrasi perdagangan saham. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang untuk melakukan perpanjangan waktu perdagangan saham, dengan ada tiga skenario waktu perdagangan saham.

Tiga skenario waktu perdagangan saham itu, di antaranya pukul 08.00 sampai 16.00 WIB, pukul 09.00 sampai 17.00 WIB, atau pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Opsi-opsi itu masuk dalam kajian yang tentunya belum bisa kita tentukan sekarang,” ujar Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik saat diwawancarai wartawan seusai membuka kegiatan Sharia Investment Week (SIW) 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Terkait perpanjangan jam perdagangan saham, Jeffrey mengatakan saat ini BEI tengah melakukan kajian dengan melakukan survei kepada para stakeholders.

“Tujuannya sama dengan kajian yang lain adalah untuk meningkatkan pendalaman pasar, peningkatan likuiditas dan peningkatan layanan kepada investor,” ujar Jeffrey.

Alasan memperpanjang jam perdagangan saham, Ia mengatakan saat ini semakin banyak investor berasal dari luar Pulau Jawa, yang mana wilayah mereka masuk Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

Sehingga, pihaknya juga perlu untuk memperhatikan investor yang berada di zona waktu WITA dan WIT tersebut, seiring perdagangan saham di BEI saat ini menggunakan zona Waktu Indonesia Barat (WIB).

“Kita lihat pertumbuhannya (investor) tiga tahun terakhir sudah ada pergeseran. Yang tadinya 70% investor kita ada di Pulau Jawa, saat ini kalau kita lihat tiga tahun terakhir pertumbuhan investor baru sebanyak 6 juta orang itu menggeser dominasi di Pulau Jawa, sekarang hanya 67-68%,” ujar Jeffrey.

Selain itu, BEI juga perlu menjaga daya saing dengan bursa negara lainnya, yang berencana untuk memperpanjang jam perdagangan sahamnya, termasuk Bursa di Amerika Serikat (AS).

“Kita juga melihat perlu melakukan kajian supaya daya kompetisi kita di kawasan tetap terjaga, bursa- bursa tetangga kita bagaimana jam buka mereka, tentu jadi kajian,” ujar Jeffrey.

Namun demikian, Ia memastikan skenario baru waktu perdagangan saham tersebut belum akan diimplementasikan pada tahun ini, seiring dengan BEI masih fokus terhadap proses implementasi sistem perdagangan yang baru.

“Kelihatannya nggak (tahun 2025), karena kan kita sedang dalam proses implementasi sistem perdagangan baru. Jadi resources kita saat ini (tahun ini) mungkin akan fokus di situ. Tetapi kajian tetap jalan, nanti masalah kapan akan diimplementasikan, tentu kita sesuaikan dengan jadwalnya,” ujar Jeffrey.

Sebagai informasi, jam perdagangan saham di BEI saat ini terbagi menjadi dua sesi, di antaranya sesi I pada pukul 09.00-12.00 WIB, serta sesi II pada pukul 13.30-16.15 WIB. (Antara)

Next Post
Kantor Pusat PLN.

PLN Setor Rp65,59 Triliun ke Negara Lewat Dividen, Pajak, dan PNBP

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba